by

Amphitheater Mahakala Rinjani di Sembalun Bumbung

SEMBALUN BUMBUNG – Di lembah Gunung Rinjani ada dua desa Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang.  Kedua desa ini sejak pasca Covid-19 mulai pulih menjadi daerah kunjungan wisata. Apalagi para pendaki puncak Rinjani yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) mulai pulih didatangi para pencita alam.

Para pemilik lahan mulai mendirikan hotel dan akomodasi berbentuk kemah. Juga resto dan tempat hiburan. Seorang warga di sana, Denny Rj Sembalun, yang pada 11 Desember 2023 mendataang genap 33 tahun, :penduduk Desa Sembalun Bumbung mengaku peduli terhadap pelestarian budaya setempat mendirikan Mahakala Rinjani.

Ini, adalah salah satu tempat atraksi yang mengusung konsep pertunjukan terbuka yang berbasis kebudayan. ‘’Untuk mengangkat budaya lokal. bisa dikatakan sebagai creative space seniman lokal Lombok,’’ kata Deni Umar Dani nama aslinya yang juga menjadi Ketua Kelompok Sadar Wisata Bumbung Berbudaya di Desa Sembalun Bumbung selain aktif sebagai anggota Lembaga Adat Gumi Sembahulun.

Mahakala Rinjani yang dibangun di atas tanah miliknya Denny sendiri. seluas 25 are bekerja sama dengan investor sekitar (karena belum selesai) Rp 3,5 miliar, orang menonton atraksi dari atas, panggungnya di bawah dengan latar panggung view pegunungan Sembalun, view secara keseluruhan nonton diatas bukit dikelilingi pegunungan.

Menurut Denny membuat amphiteather  pertunjukan ini sebenarnya karena suka dengan kesenian dan musik lokal. Sebagai orang lokal ia tidak mau jika nanti banyak budaya luar masuk karena kunjungan wisata yang menyebabkan hilangnya budaya/kesenian setempat. Saat ini sudah bekerja sama dengan tiga sanggar lokal.

Dilain hal banyak anak muda yang sudah tidak tertarik memainkan alat musik tradisional, tapi dengan banyaknya kunjungan wisatawan dan dibuatlah sebuah pertunjukan bersama sanggar-sanggar yang ada di Sembalun.  Atraksinya masih dilakukan setiap akhir pekan, Sabtu Ahad sore.

Menggunakan nama Mahakala yang diambil bahasa Sansekerta yang artinya waktu yang besar, waktu yang luar biasa di ketika berada di lereng Rinjani, menempati lahan seluas kurang lebih 25 are yang dapat menampung 300 orang penotong. ‘’Konseptor saya sendiri dan arsitektur semuanya lokal asli Sembalun,’’ ujarnya.  Harga tiket tergantung jenis pertunjukannya, ada yang gratis, sampai berbayar, kalau Tari Tandang Mendet Rp 150 ribu. Tari Tandang Mendet, lebih diminati wisatawan karena lebih berasa eforianya karena menggunakan pemain musik gendang beliq (gendang besar) langsung.

Denny Rj Sembalun yang semula menjalani pendidikan AMIKOM , pernah menjadi ketua Asrama Pelajar dan Mahasiswa Lombok Timur di Jogjakarta, sering aktif di industri kreatif dan pernah bekerja sebagai marcom disalah satu perusahaan untuk wilayah Jawa Tengah pulang kampung ke Lombok aktif di beberapa event, salah stunya MTQ Islamic Center Mataram, tim Bekraf di Lotim sebelum melebur menjadi Kemenparekraf. tapi kemudian memilih pulang kampung dan sempat bekerja di kantor Taman Nasional Gunung Rinjani, dan kemudian ingin usaha yang tidak jauh dari aktifitas kreatif, atau pertunjukan industru kreatif

Ia juga penggagas Nanggi Lampion Festival di Sembalun Bumbung, yang sempat membuat gunung Nanggi  – nama gunung di desanya – yang memiliki ketinggian 2.400 mdpl – sampai full, Di Gunung Nanggi, kalau pagi ada sunrise dari laut Selat Alas yang memisahkan pulau ombok dan pulau Sumbawa, Kalau sore di arah arah barat bisa menikmati sunset berlatar belakang Rinjani

Denny melakukannya untuk meingkatkan kunjungan karena sepinya pendakian, Rinjani di kala Covid-19 tapi perputaran perekonimiannya masih di lingkup sekitaran pintu pendakian saja. makanya ia harus membuat event di bawah, supaya orang menginap dan makan di bawah, sehingga dampaknya langsung ke masyarakat. ‘’Kalau pendakian gunung rata-rata sudah persiapan dari rumah dan cuman naik aja, sehingga jarang yang belanja di pintu pendakian,’’ ujarnya.

Nah kalau event atau festivalnya nanti dibawah, atau di amphitheater, minimal banyak yang menginap, jalan-jalan ke sawah, dan semakin lama masa tinggalnya, minimal yang suka ke Sembalun pergi pulang bisa menginap.

Yang ingin belajar lebih lanjut seperti tarian (wisata minat khusus bisa lanjut ke rumah penarinya, dan tokoh adat belajar sejarah, semua bermula dari creative space amphiteather tersebut

Lokasi amphitheater berjarak sekitar 6,1 kilometer atau sekitar enam menit dari Pusuk/rest area (Pusuk adalah puncak di jalan raya menuju Sembalun Bumbung/Sembalun Lawang dari arah Labuhan Lombok).

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur Muhammad Nurshandi terus mendorong masyarakat industri pariwsata terus mengembangkan diri agar masyarakat yang datang berlibur punya banyak pilihan lokasi destinasi. Seperti yang sudah diketahui bahwa Sembalun adalah destinasi super prioritas di Lombok Timur, Sembalun juga sudah menjadi kawasan strategis nasional diharapkan masyarakt untuk segera menyadari bahawa industri pariwisata ditempat ini juga akan menjadi destinasi unggulan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat lebih lebih pemerintah pusat, ‘’Hadirnya Mahakala Rinjani menjadi salah satu kebanggaan bagi kami bahwa masyarakat penikmat dan pencinta Sembalun punya pilihan buat berwisata,’’ ucapnya.(*)