by

Akses Jalan Mataram – Senggigi Tertutup Banjir Hingga Semeter

BATU LAYAR – Jalan utama dari Kota Mataram menuju kawasan wisata Senggigi terendam banjir lebih delapan titik lokasi. Tinggi genangan air disertai derasnya arus mencapai satu meter. Akses jalan ditutup karena dikawatirkan macetnya motor dan mobil rendah mesin kecualai truck TNI AD yang membantu warga melakukan evakuasi dari Ampenan menuju Montong Batu Layar.

Banjir yang datang dari arah timur kawasan Batu Layar – Montong – Meninting tersebut terjadi mulai pukul 8 pagi Senin 6 Desembeer 2021 yang diakibatkan hujan deras sepanjang malam – dinihari sebelumya. Diperkirakan ribuan rumah penduduk terkena banjir.

Tidak sedikiT wisatawan yang menginap di kawasan Senggigi menggunakan transportasi seadanya.  Sambil menenteng koper roda mereka ikut truck TNI AD yang melakukan evakuasi dalam perjalanannya mengirimkan personil membantu warga. ”Ini kali pertama yang kondisinya begini,” kata Mahsun, seorang warga Tanak Embet Batu Layar, Senin 5 Desembere 2021 siang.

Perjalanan kembali dari Senggigi menuju Mataram berangkat pukul 11 siang di bawah derasnya hujan terhenti di titik genangan pertama sekitar Kantor Camat Batu Layar, pengendara sepeda motor haru berjalan kaki menuntut kendaraannya. Setelah berada di seberang Hotel Jayakarta genangan air dangkal. Namun di titik lokasi berikutnya, kembali ketinggian air mencapai dengkul. Motor pun tidak bisa jalan dan mobil dihentikan perjalanannya.

Di jalur jalan Senggigi – Montong terdapat lima genangan yang tingginya hingga pinggang. Semakin parah di titik depan Perumahan Ayodya dan sekitarnya yang arus airnya deras.  Beruntung ada satu truck TNI AD yang membawa anggotanya sambil mengangkut warga sesuai tujuan ke arah Montong. Setelahnya, truck tersebut mengevakuasi pengungsi dari depan Perumahan Ayodya menuju jembatan Meninting sebagaai lokasi yang tinggi tanpa genangan.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid memerintahkan semua OPD di Lombok Barat untuk bergerak cepat membantu masyarakat yang terkena bencana banjir dan longsor. Ia meminta agar semua OPD bersama instansi vertikal berkolaborasi dan turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir dan longsor. “Saya minta semua OPD untuk bergerak cepat bantu masyarakat yang terkena banjir dan longsor. Segera turun langsung ke lapangan bantu masyarakat” ujarnya.

Fauzan Khalid mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor ini disebabkan karena tingginya curah hujan akibat  La Nina. Ia mengatakan berdasarkan perkiraan BMKG puncak curah hujan akan terjadi akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022. Berdasarkan perkiraan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika bahwa tingginya curah hujan ini akan menyebabkan terjadinya sejumlah bencana seperti Banjir, Longsor dan pohon tumbang.

Ia meminta semua pihak untuk mewaspadai dan siaga menghadapi dampak tingginya curah hujan akibat la nina. Ia meminta semua pihak dan perangkat pemerintahan bergerak cepat mengatasi dampak bencana. “Kami minta semua pihak untuk siaga menghadapi bencana banjir dan longsor dan untuk wilayah yang sudah terdampak banjir dan longsor saya perintahkan agar semua pihak bergerak cepat membantu masyarakat dan mengevakuasi masyarakat yang terkena dampak banjir” ujarnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed