by

Ada Menara Eiffel di Danau Denda Seruni Mumbul

SERUNI MUMBUL – Di Lombok Timur, ada menara  Eiffel di tengah danau Denda Seruni. Lokasinya berada di Desa Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya, sekitar 90 kilometer atau dua jam perjalanan berkendara roda empat dari Mataram.

Selain replika menara Eiffel setinggi 15an meter dan berada sekitar 10 meter dari pinggir danau tersebut juga terdapat 15 berugak atau gazebo, tiga rumah pohon, satu perpustakaan, lesehan dan aula apung serbaguna. Wahana bermain seperti bebek air, sepeda air, kano, perahu, galeri souvenir.

Menurut Sekretaris Desa Seruni Mumbul Bambang Nurdiansyah, replika menara Eifel dibangun sebenarnya tanpa direncanakan. Melihat pada saat itu pohon bambu yang tumbuh di kebun kebun masyarakat dan harga jualnya merosot sehingga berpotensi merugi. Pemerintah Desa Seruni Mumbul berinisiatif membantu masyarakat dengan membayar hasil tanaman bambu itu dengan harga wajar. ” Kami manfaatkan untuk membangun replika menara Eifel memanfaatkan bambu – bambu tersebut, ” ujarnya.

Selain itu beberapa konstruksi jembatan kita manfaatkan bambu juga.
Luas danaunya sekitar satu hektar, tapi ada rencana dikembangkan ke area mangrove, jadi luas kawasan dua hektar.

Bambang Nurdiansyah menyebutkan obyek wisata mulai dibangun Januari 2019 menggunakan dana desa sebesar Rp 700,8 juta.

Tahun 2021 menerima bantuan dari Kementrian Desa PDTT untuk pembangunan aula/lesehan terapung senilai Rp 600 juta.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur Muhammad Nursandi menyebutkan
Obyek wisata Denda Seruni Mumbu merupakan salah satu objek wisata sebagai tujuan berwisata di Lombok Timur yang sedang viral di media sosial. Objek wisata ini salah satu dari sekian desa wisata yang mengembangkan bendungan air sebagai objek wisata yang dikelola oleh Bumdes Desa Seruni Mumbul sejak tahun 2019. ” Membendung mata air yang di manfaatkan sebagai objek wisata dan keperluan masyarakat sekitar, ” ucapnya.

Terletak diantara tempat wisata seperti Gili Lebur di Labuhan Lombok dan Gili Kondo di Sambelia serta jalur Pelabuhan Kayangan menjadikan tempat ini sebagai destinasi yang strategis yang dimana wisatawan dari atau ke tempat sekitar akan memilih tempat ini sebagai salah satu tujuannya.

Tempat ini ramai di kunjungi oleh wisatawan setiap harinya baik dari dalam daerah sampai luar daerah, bahkan pada saat weekend dan hari minggu tempat ini dikunjungi 500 – 800 orang wisatawan, membayar karcis masuk Rp5.000.

Tempat ini dulunya merupakan tempat bersejarah, dimana sang Dewi Seruni Mumbul menjadikan tempat ini sebagai lokasi pemandiannya.

Dengan adanya objek wisata ini tentunya menambah atraksi wisata dan pilihan baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok Timur khususnya di daerah pesisir Labuhan Lombok dan Sambelia.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed