Bank Indonesia Menyelenggarakan QRIS Jelajah Bali Nusra

BILEBANTE LOMBOK TENGAH – QRIS Jelajah Balinusra yang diikuti oleh sembilan tim terbaik dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menjadi wujud nyata keterlibatan generasi muda dalam memperkuat transformasi digital, sekaligus mendukung upaya perluasan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi daerah.

Setelah melakukan petualangan di Bali, kini sembilan tim terbaik telah hadir di Lombok dan siap menjalani misinya di pulau seribu masjid. Salah satu fokus utama dalam kegiatan hari ini adalah bagaimana QRIS dapat menjadi pendorong pertumbuhan desa wisata serta penguatan UMKM lokal. Dengan adopsi QRIS, masyarakat desa wisata akan lebih mudah melayani wisatawan secara praktis, cepat, dan aman. Di sisi lain, UMKM dapat memperluas akses pasar tanpa terkendala keterbatasan transaksi tunai.

Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan QRIS di berbagai sektor ekonomi, mulai dari desa wisata, pasar tradisional, hingga sentra UMKM. Pemanfaatan QRIS ini akan membawa dampak ganda: efisiensi dalam transaksi sekaligus transparansi dalam pengelolaan keuangan. Dengan demikian, QRIS berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat pondasi ekonomi daerah.

Melalui implementasi QRIS, UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing di era digital, sekaligus memperkokoh keberlanjutan usaha. Bank Indonesia menilai bahwa keberhasilan transformasi digital UMKM akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas menyampaikan bahwa Generasi muda Balinusra memegang peran penting, yakni sebagai motor penggerak transformasi digital sekaligus agen perubahan sosial-ekonomi di lingkungannya. Setiap ide yang lahir akan menjadi bagian dari inovasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Para peserta kompetisi juga tidak hanya ditantang untuk berinovasitetapi juga untuk menginternalisasi nilai-nilai kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan.

“Bank Indonesia meyakini bahwa melalui semangat dan komitmen yang kuat, generasi muda mampu menjadi pionir dalam memperluas literasi keuangan digital dan mendorong adopsi QRIS di seluruh lapisan masyarakat. ” ujarnya.

Lebih lanjut, di Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini telah tercatat sebanyak 499.365 pengguna QRIS dengan volume transaksi mencapai Rp30,87 juta serta jumlah merchant sebanyak 386.132. Data ini menunjukkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap penggunaan QRIS, sekaligus menegaskan perannya dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di daerah.(bintb/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *