by

45 Menit Menkop Teten Masduki Bincang Kopi Lombok

GIRI MENANG – Selama 45 menit Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki bertemu komunitas kopi sepulau Lombok di Pendopo Bupati Lombok Barat di Giri Menang Gerung,  Rabu 26 Jnuari 2022 petang kemarin.

Teten Masduki sangat berkesan dengan cita rasa kopi Lombok. Menurutnya kopi Lombok memiliki cita rasa yang khas dan sangat luar biasa  dirinya sangat menikmati kopi Lombok yang diproduksi oleh komunitas kopi Lombok.

Saat ini, kopi Lombok didapat dari beberapa tempat di lembah Rinjani. Ada yang berasal darri Sembalun Lombok Timur, Senaru Lombok Utara dan Kumbi di Lombaok Barat atau Dusun Persil Desa Karang Sidemen Lombok Tengah.

Direktur UD Berkah Alam Lalu Thoriq, menerima pesanan untuk diekspor ke Korea dan Kanada. Menurutnya besar potensi ekspornya sampai 240 ton per tahun. Ia mengumpulkan kopinya Robusta untuk diekspor dari Sajang Lombok Timur dan Gangga Lombok Utara.. ‘’Kopi iitu kwalitas bagus. Rasa unik. Karaketer kopi walaupun Robusta tapi terasa seperti buah,’’ ujarnya kepada Tempo, Kamis 27 Januari 2022. .

Ia sejak 2016 ekspor kopi ke Korea dan Kanada rata – rasta pertahun 3 – 4 kali kiriman. Sekali kirim satu kontainer sebanyak 19 ton. Nilainya US $ 30 -40 ribu.

Pengelola (bukan pemilik) Kinta Café Yusak Cahya Setiawan selama ini melayani pengunjungnya dengan kopi Sembalun. ‘’Jenisnya Arabbica. Yang paling bisa dibanggakan Anaerobic,’’ ucapnya. Ia menyebutkan punya cita rasa buah-buahan,’’ katanya.

Lain lagi di Senaru.. Di sana juga terdapat 200 hektar kebun kopi Jebak Gawah yang berada di ketinggian 750 mdpl. Kopinya ada Arabica dan Robusta yang oleh Tayloden Kyle, 30 tahun asal Amerika Serikat pengelola penginapan Rinjani Light House – berkamar enam,  kopinya diolah secara natural dan fullwash.

Di Dusun Persil Desa Karang Sidemen berada di bawah kaki Gunung Rinjani.  Meskipun letaknya di pinggir hutan yang berjarak puluhan kilometer dari jalan raya Mataram – Mantang Lombok Tengah,  dusun tersebut didatangi wisatawan dan dilintasi para calon pendaki Rinjani.

Di sana, ada hamparan kebun kopi milik penduduk, danau biru  dan sentra pengrajin bambu yang menghasilkan berbagaai produk peralatan rumah tangga.

Nah, setelah 2017 didekati oleh World Wide Fund for Nature (WWF), seterusnya mengikuti Program Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI) dan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation – BUMN pengembang destinasi wisata di Mandalika), kini mereka bisa menghasilkan Kopi Telapen (Telang Peneng).

Dalam bincang –bincang tersebut Teten Masduki meminta agar branding kopi Lombok dapat disatukan. Hal ini agar Kopi Lombok cepat terkenal dan bisa diproduksi dalam jumlah besar. Tentu dibutuhkan kesepakatan bersama untuk menyatukan branding kopi Lombok. “Kalau banyak branding tentu kurang menguntungkan, lebih baik brand nya satu tapi masif dan diproduksi massal, ” katanya.

Teten juga mengatakan dengan satu brand ini nantinya komunitas komunitas kopi memproduksi dan memasarkan kopi dengan satu brand. Sehingga tidak terjadi saling perang antar komunitas kopi yang memiliki beragam brand. Ia meminta agar hal ini cepat dikonsolidasikan sehingga pengembangan bisnis kopi bisa berjalan cepat dan masif. Tentu nanti masing masing komunitas akan tergabung dalam koperasi sebagai wadah untuk pengembangan kopi dengan satu brand. “Dengan satu brand ini maka pemasaran kopi semakin masif dan semua komunitas memproduksi kopi dengan satu brand dan satu standar untuk mencegah persaingan antar brand kopi dan mencegah biaya mahal” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini 96 persen kopi diproduksi dan dihasilkan dari kebun rakyat. Hal ini berbeda dengan kopi di brazil, vietnam dan kolombia. Kebun rakyat ini letaknya cukup sulit di hutan dan pegunungan. Hal ini terkadang menyebabkan tingginya harga produksi kopi karena pupuk dan sebagainya hanya bisa menggunakan sepeda motor. Saat ini harga kopi dunia US $ 5,9 sementara kopi di Indonesia harganga US $ 9 sekilonya . “Karena biaya produksi cukup mahal menyebabkan harga kopi Indonesia lebih mahal dari negara lain. Tapi walaupun mahal banyak yang minat karena kopi kita rasanya beda dan istimewa” ujarnya.

Teten Masduki mendorong agar para produsen mesin-mesin pengolahan kopi di NTB ini untuk terus berinovasi dan berkreativitas agar pengemasan kopi daerah menjadi lebih baik dan menarik pasar mulai dari proses produksinya hinga ke pemasarannya.

Pesannya, menyambut perhelatan MotoGP Maret 2022 mendatang, hendaknya para pelaku UMKN di NTB ini sejak awal harus mempersiapkan diri dengan hasil-hasil produk-produk local yang diminati penonton MotoGP.  “Misalnya dari sisi olahan kuliner khas seperti kopi tadi. Perhelatan MotoGP harus dimanfaatkan untuk promosi produk UMKM dari NTB ini seperti kaos, tas ataupun cendramata lainnya yang brandingnya MotoGP,” katanya.

NTB akan menjadi tuan rumah event-event internasional di tahun-tahun yang akan datang. Ini kesempatan baik untuk promosi produk UKM NTB. Apalagi di NTB ini akan ada 3-4 event internasional setahun.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengatakakan bahwa komunitas kopi di Lombok saat ini sedang bersemangat dalam memproduksi kopi. Hal ini merupakan sesuatu yang positif dan menjadi modal besar dalam pengembangan kopi Lombok. Fauzan mengatakan kopi Lombok memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan daerah lain. ‘’Hal ini sebagai keunggulan kopi Lombok. Selain itu komunitas kopi yang sebagian besar anak muda atau milenial memiliki alat roasting atau produksi kopi yang cukup canggih,’’ ucapnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed