by

350 Pohon Buah Sawo dan Nangka Untuk Penghijauan Sungai Meninting Di Lembah Rinjani

MAMBALAN LOMBOK BARAT – Dibanttu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk pelestarian lingkungan di lembah Rinjani, Jum’at 28 Juli 2023 sore, Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Matakali Mamban di Kabupaten Lombok Barat melakukan penanaman 350 pohon buah sawo dan nangka di sepanjang sungai Meninting Mambalan Gunungsari. Ini kali kedua penanamannya. Sebelumnya, menjelang digelarnya kejuaraan dunia MotoGP, telah melakukan penanaman 200 pohon flamboyan di bundaran Mandalika Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala Desa Mambalan Sayid Abdollah Alkaff yang sehari-hari dipanggil Aping, menyambut baik program CSR LPS tersebut. Ia yang eks wartawan ini berharap, kerjasama pihaknya dengan LPS bisa berkelanjutan dan  memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Diharapkan, program LPS Peduli Bakti untuk Negeri ini bisa berkelanjutan di sungai Meninting. Mumpung saat ini pembangunan bendungan Meninting juga sedang menjadi salah satu program strategis  nasional,” katanya.

Direktur Eksekutif Hukum LPS Ary Zulfikar yang datang bersama 45 orang anggotanya mengaku bersemangat menjalin kerjasama dengan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Matakali. Khususnya terkait pelestarian lingkungan. Ary Zulfikar yang kesehariannya dipanggil Azu, bantuan ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) dari LPS di desa Mambalan. ‘’Selain untuk mengembalikan ekosistem di sepanjang sungai Meninting, saya berharap program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar di kemudian hari,” ujarnya.

Program penghijauan di sepadan sungai Meninting ini kata Azu, diharapkan bisa menjadi tanggul alam untuk mencegah terulang kembali terjadinya banjir Desember 2021. Banjir menenggelamkan sejumlah kawasan di sepanjang Sungai Meninting hingga di batas barat kota Mataram.

Pelaksanaan program CSR ini dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Matakali, Desa Mambalan kecamatan Gunungsari, Lombok Barat untuk penghijauan sepadan sungai Meninting. Agar di kemudian hari warga desa Mambalan bisa terlindungi dari ancaman banjir. “Disamping itu, penanaman pohon ini kami harapkan bisa menjadi arena bermain baru untuk warga Mambalan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut Arie menjelaskan sedikit tentang LPS dan peranannya dalam dunia perbankan. LPS kata Arie, adalah lembaga negara yang bersifat independen. Dalam  tugasnya, LPS berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.

LPS jelasnya, didirikan pada 2004 lalu berdasarkan UU Nomor 24/2004. Dan kini, LPS sudah memasuki usia ke-18 pada September 2023 mendatang. “Tugas utama LPS adalah menjamin seluruh dana simpanan nasabah perbankan di Indonesia sampai dengan Rp 2 Miliar per nasabah per-bank. Tentu dengan syarat yang harus dipenuhi sesuai UU LPS,” terang Arie.

Pada Januari 2023 LPS melalui Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan penguatan sistem keuangan sambungnya Arie, LPS mendapat mandat baru untuk menjamin polis asuransi di Indonesia. Dengan penambahan mandat baru ini, maka LPS memiliki peran yang lebih besar dalam menjaga perekonomian Indonesia.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed