by

275 Pelaku UMKM Lombok Tengah Berjualan di Sirkuit Mandalika

MANDALIKA – Untuk menyambut balap MotoGP 18 – 20 Maret 2022 mendatang sebanyaa 425 pelaku UMKM di Kabupaten Lombok Tengaah menjalani kurasi oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Meskipun rapat finalnya akan dilakukan Selasa 1 maret 2022 besok, tetapi dikabarkan ada 275 pelaku UMKM terbanyak 200an pelaku kuliner lainnhya kriya dan fashion dihadirkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah Iksan mengatakannya, Senin siang 28 Februari 2022. ‘’Mereka adalah pelaku industri rumah yang standar halal MUI, ada izin Balai Pengawasan Obat dan Makanan,’’ kata Iksan.

Kesemuanya dilakukan agar mendapatkan produk yang standar dan menghindari penggunaan zat pewarna dan pemutih yang berbahaya.

Sudah ditetapkan tiga akluster utama yaitu kuliner, kriya dan olahan pangan. Dari 425 bisa muncul 275 pelaku UMKM yang bakal menyajikan 300 varian produk kiriya dan kuliner. Satu pelaku ada yang menghasilkan empat produk.

Jumlah partisipan yang mengajukan ikut serta jauh meningkat dari WSBK  sekarang lebih selektif motogp. Seleksi kurasi khusus untuk merchasisee seperti baju kaos gantungan hiasan,  atau topi dilkaukan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Iskan menyebutkan produk unggulan bisa dimodikasi dslam design kemasan agar bisa bersaing dengan pesaing dari luar Kabupaten Lombok Tengah atau pun luar NTB. Karenanya khusus kulimer dilakukan  dengan Politeknik Pariwisata yang memiliki Program Studi Kuliner.

Untuk kepentingaan pelaku UMKM ini, menurut Iksan, disiapkan pembiayaan sebesar sekitar Rp 1 miliar guna menampung dalam 100an stand yang disediakan oleh Indonesia Tourism Development Corporation. Katanya satu stand yang disewa harganya mulai dari rp 15 juta, Rp 25 juta hinggaa Rp 55 juta. ‘’Jadi pelaku UMKM gratis mengikuti kegiatan ini,’’ ujarnya.

Kesediaan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah ini guna membangun semangat pelaku mendapatkan pengalaman karena khususnya penonton asing memiliki selera yang berbeda. ‘’Bukan berarti mereka tidak berbelanja makanan atau yang lain karrena tidak punya uang. Tetapi merekamengutamakana merchandice,’’ ucap Iksan

Seorang dosen pengajar kuliner Program Studi Semi Kuliner Politeknik Pariwisata Lombok Rida Iswati yang terlibat pelaksanaan kulimer menjelaskan adanya terbanyak kuliner dadakan yang ingin ikutan membuka warung. ‘’Mungkin saja masakannya enak. BNanyak kebutuhan makanan di luar sirkuit yaitu di tempat parker timur dan parker barat sewaktu antrian menunggu angkutan shuttle bus,’’ katanya. .

Rida Iswati menyebutkan kuliner yang disipakan mereka antara lain aneka kue dan jajajan pasar atau jajanan tradsisional, nasi keperluan makan berupa lunch box, kacang-kacangan, kopi dan sambel-sambelan. ‘’Kebanyakan kue basah dan oleh-oleh khas,’’ ujar Rida

Lainnya adalah berupa kriya kulit kerang, anyaman bamboo, anyaman Ketak, serta hasil karya.fashion menggunakan hasil tenunan sentra tenun Sukarara, kerajinan perak Desa Ungga.

Mengenai pengawasn produk makanan, Kepala Balai Besar POM di Mataram, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, mengatakan mempertimbangkan adanya peningkatan potensi terjadinya permasalahan di bidang keamanan pangan, dengan jumlah penonton yang mencapai ratuan ribu orang, maka sangat diperlukan dukungan Badan POM dalam pengawalan keamanan pangan bersama pemangku kepentingan lainnya.

Menjelang MotoGP Maret 2022 saat ini, Badan POM sebagai otoritas pengawasan obat dan makanan mendukung penuh suksesnya perhelatan internasional MotoGP 2022 melalui pengawalan keamanan pangan dengan mengusung tema “Keamanan Pangan MotoGP Mandalika Mendukung UMKM Berdaya Saing Menuju Pemulihan Ekonomi Nasional”.

Adapun kegiatan yang dilakukan selain melakukan vaksinasi petugas 65 orang Petugas Pengelola di Fasyankes (Puskesmas/Klinik TNI/Kepolisian), Refresment Pengawasan Keamanan Pangan bagi 163 orang Petugas Penyuluh/Pengawas Kab/Kota, dan  pengadaan 1.000 lembar Stiker Komitmen Keamanan Pangan MotoGP 2022, 200 lembar diantaranya telah diserahterimakan ke Dikes Kab Lombok Tengah, Pengawasan Keamanan Pangan Menjelang MotoGP (Pemeriksaan sarana/Stikerisasi Sarana MK di 5 (lima) Kabupaten/Kota di Pulau Lombok menjelang dan selama perhelatan MotoGP, dengan target sasaran pelaku usaha pangan siap saji/ kuliner/restoran/catering,hotel dan ritel pangan baik secara mandiri maupun terpadu dengan Pemda setempat dengan target Kota Mataram (area kuliner), Kab. Lombok Utara (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air), Kab. Lombok Barat (Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Kawasan Wisata Senggigi), Kab. Lombok Tengah (KEK Mandalika, Area Bandara, Desa Sade, Desa Rambitan), Kab. Lotim (area kuliner). Di awal Februari 2022 telah terealisasi sebanyak 21 sarana, semuanya memenuhi ketentuan (dan telah diberikan stiker) di 11 pelaku usaha pangan di Kab Lombok Tengah (sepanjang Sengkol, Desa Rambitan, Sade dan Kuta) dan 10 pelaku usaha pangan di Kota Mataram (area kuliner sepanjang jalan Dakota, Karang Taliwang dan Sayang-Sayang.

Pengawasan Keamanan Pangan Hari ‘H’ MotoGP 2022 berupa Sampling dan Uji Cepat Pangan, Food Security RI-1/VVIP dan edukasi/KIE masyarakat dengan membuka stand pameran di area Sirkuit Mandalika

Selanajutnya, pengawalan/pendampingan UMKM OMKA menuju Produk Berdaya Saing 1. UMKM Camp, penyelenggaraan Bimtek bagai pelaku usaha Pangan Olahan Terkemas, Pangan Siap Saji, Depo Air Minum Isi Ulang/AMIU dan Sarana Ritel Modern/Tradisional dengan Target 5000 pelaku usaha, 21- 25 Februari 2022 2. Pendampingan intensif UMK potensi mendapatkan ijin edar : 7 Obat Tradisional, 10 Kosmetik, 27 Pangan (22 UMK potensi terbit NIE di awal Maret 2022, yaitu 7 Obat Tradisional, 5 Kosmetik dan 10 Pangan), 31 pelaku usaha IRTP dan 14 distributor/ritel pangan modern/tradisional 3. Penyerahan NIE/Notifikasi Produk, awal Maret 2022.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed