BBC - Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menempati urutan teratas daftar 50 wanita pelaku bisnis paling kuat di Asia versi majalah bisnis Forbes.
MATARAM – 31 Agustus 2011 lalu, di Manila Filipina, Ketua Yayasan Perguruan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan yang membawahi Nurul Haramain (Ponpes NH) Putri Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Juaini, 47 tahun, memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay.
Mataram - Truck bercat merah bertulisan Madani Valley tersebut meninggalkan area pembibitan tanaman milik Pondok Pesantren Nurul Haramain (Ponpes NH) yang terletak di utara kompleks Ponpes NH Putra, yang terletak di Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Di belakang kemudi adalah Tuan Guru Haji Hasanain Juaini, 47 tahun, yang dijadwalkan 31 Agustus mendatang menerima penghargaan Ramon Magsaysay di Manila.
MATARAM – Seorang pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Tuan Guru Haji Hasanain Juaini, 47 tahun, terpilih sebagai penerima penghargaan Ramon Magsaysay 2011. Penyerahannya akan dilakukan di gedung Pusat Kebudayaan Filipina di Manila, 31 Agustus 2011 mendatang. Rencananya, ia berangkat ke Manila, 23 Agustus 2011.
MATARAM – Di ruang Grand Kenanga Ballroom Hotel Grand Legi M Hatta Radjasa didaulat meniup lilin ulang tahun yang ke-57 oleh para kader Partai Amanat Nasional Nusa Tenggara Barat (PAN NTB), Sabtu (18/12-2010) petang. Diiringi nyanyian selamat ulang tahun oleh 500an orang peserta Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN NTB ke-3, didampingi oleh Dradjad Wibowo di samping kirinya, setelah itu Hatta Radjasa memotong kue yang seterusnya diberikan kepada kader perempuan yang hadir.
MATARAM - Pagi itu, Amaq Raya sedang mencari kayu-kayu ranting berbekal parang di pinggiran dusun. Ketika didatangi rumahnya, hanya ada dua orang anaknya Zaenal dan Yanti yang menunggu rumah, ukuran tujuh kali lima meter tanpa plesteran tembok dan kamar-kamarnya belum ada pintunya. Sewaktu dijemput Zaenal dan diberitahu : ‘’Dengan lek bale.’’ Amaq Raya pun balik bertanya : ‘’Ape arak dengan lek bale.’’ Percakapan dalam bahasa Sasak tersebut, Zaenal mengatakan ada orang di rumah. Maka Amaq Raya pun balik bertanya ada apa orang itu di rumah itu. ‘’Saya terbayanglah. Mudahan lah ada rezeki. Mungkin ada petunjuk Allah, jadi pulang dengan semakin gairah. Karena ada harapan buat saya begitu,’’ kata Amaq Raya yang nama aslinya Saleh, usia diperkirakan lebih 87 tahun.
BENOA BALI – Belum banyak kaum hawa yang menekuni pekerjaan sebagai awak kapal. Apalagi bertindak sebagai nakhoda. Kalau bekerja sebagai officer tidak sedikit. Salah satu nakhoda kapal perempuan, ditemui Tempo, sewaktu mengikuti paket Dinner di perairan Tanjung Benoa Bali, pekan lalu.