MATARAM - Sebuah filem yang mengisahkan benturan peradaban modernisasi globalisasi dan tradisi perempuan Sasak Lombok segera diproduksi di Lombok. The Last Sasak Women, adalah judul dari produksi kedua Nusantara Cinema karya Shandy Nur Muhammad, sutradara muda tamatan Fakultas Filem dan TV Institut Kesenian Jakarta 2004. Produksi pertamanya, Bunga Tergilas Kertas akan diputar perdana Agustus mendatang.
MATARAM - Nasib kehidupan seniman tradisional Sasak Lombok dalam keadaan prihatin. Kehidupan sehari-harinya ada yang bekerja sebagai tukang pecah batu. Bahkan ada yang mati tanpa mendapatkan perhatian yang layak. Berbeda dengan atlit olahraga yang setiap kemenangannya memperoleh imbalan hadiah berlimpah.
MATARAM - 7.400 benda tidak bergerak koleksi Museum Nusa Tenggara Barat terancam rusak akibat kurangnya pembiayaan pemeliharaan yang tersedia. Seharusnya, idealnya setiap tahun dilakukan pemeliharaan terhadap 1.000 benda koleksi utamanya yang terbuat dari kayu atau lontar, kain dan benda logam lainnya seperti perunggu atau keramik.
MATARAM - Manggung di kota-kota di Indonesia dipenuhi puluhan ribu penonton sudah biasa untuk Ahmad Dhani - Dewa 19. Ini menjadi tidak biasa kalau dia tampil panggung terbuka di Malaysia. Selama ia manggung di lima kota se Malaysia, hanya ditonton oleh 10.000an orang. Jumlah tersebut sudah bisa disebut rekor penonton.
MATARAM - Tumpukan ranting dan dahan itu tertata di sebelah kanan pintu Galeri Seni Rupa Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Sabtu (19/4) pagi. Melewati dua pintu itu, di dalamnya terhampar sekam di beberapa tempat dalam ruang. Aroma dupa menusuk hidung. Dan di dinding tertempel 52 sketsa bergambar perempuan dalam bingkai.
MATARAM - Simbol mahluk aneh berbentuk seperti kuda, singa dan naga bernama Sekardiu dijadikan maskot masyarakat Lombok sebagai simbul jati diri. Maskot diperlukan sebagai bentuk penguatan kearifan lokal dan kecerdasan lokal yang dimiliki suku Sasak. Keputusan Sekardiu sebagai maskot tersebut disepakati oleh para budayawan, akademisi, birokrasi, legislatif, seniman perupa dan wartawan, di gedung Sangkareang kompleks perkantoran Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (19/3).
MATARAM - Aksara Bima untuk penggunaan Nggahi Mbojo (bahasa Bima) yang sudah ratusan tahun tidak dikenal masyarakatnya, telah ditemukan dan akan dihidupkan kembali untuk keperluan muatan lokal. Upaya mengenalkannya kembali dirintis oleh Siti Maryam Rachmad, 80 tahun, putri Sultan Salahudin Bima. Rencananya, usulannya diajukan kepada pemerintah.