MATARAM – Tanaman padi di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami paceklik. Separo atau 28.000 hektar dari luas lahan tanam padi tidak berproduksi. Karenanya, jika minimal per hektar menghasilkan panenan rata-rata empat ton maka kehilangan potensi produksi sebanyak 112.000 ton padi.
MATARAM – Produksi padi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2009 ini diperhitungkan mencapai 1,879 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah tersebut meningkat 7,4 persen dibanding tahun sebelumnya 2008 sebanyak 1,75 juta GKG. Persentase kenaikan produksi padi tertinggi dialami oleh padi ladang mencapai 12,2 persen sedangkan kenaikan produksi padi sawah 6,8 persen.
MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lagi memenuhi permintaan pembelian sapi oleh pengusaha Malaysia untuk keperluannya. Meskipun permintaan tetap diajukan namun karena menyangkut masalah nasional, pemerintah juga mengeluarkan larangan ekspor, NTB mengkawatirkan sapi lokal NTB jenis Bali (Bos sondaicus) diklim sebagai sapi Malaysia karena negeri jiran tersebut memiliki teknologi yang bagus.
MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus mengurangi pengeluaran sapi bibit jenis Bali (Bos sondaicus) provinsi lain. Kalau tahun 2008 lalu jatahnya 13.490 ekor sapi bibit untuk beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan, tahun 2009 ini hanya dijatah 8.500 ekor dan 2010 mendatang semakin berkurang menjadi hanya 5.000 ekor saja. Tidak termasuk ternak potong yang dijatah 15.000 ekor yang dikirim ke luar daerah dan 45.000 ekor untuk keperluan daerah sendiri.
MATARAM – Produksi kacang tanah di Nusa Tenggara Barat (NTB) baru sebanyak 45.000 ton atau baru memenuhi 60 persen dari kebutuhan pabrik pengolahan kacang tanah di Lombok. Kecilnya produktivitas kacang tanah di NTB tersebut disebabkan kurangnya pasokan dan varietas benih yang baik, kurangnya akses petani ke permodalan dan pasar, serta kurangnya dukungan riset pertanian yang memadai.
MATARAM – Sapi bibit jenis Bali di Nusa Tenggara Barat (NTB) dilarang untuk diekspor memenuhi kebutuhan negeri jiran Malaysia. Terakhir, ekspor dilakukan antar pengusaha pada tahun 2004. Alasannya karena masih dibutuhkan untuk keperluan sendiri dan kekawatiran bisa dikalahkan apabila Malaysia memiliki teknologi yang lebih unggul.
MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) memperoleh dukungan dari Menteri Kehutanan MS Kaban untuk menggunakan lahan hutan untuk penggembalaan ternak sapi. Menggunakan pola Silvo Pastura (penggembalaan di padang rumput) di dalam kawasan hutan oleh masyarakat. Dukungan tersebut menyusul diberikan setelah sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Senggigi Lombok, 6 Juli lalu juga telah menyatakan mendukung sebagai upaya nyata mewujudkan swa sembada daging nasional.