MATARAM - Para calo penerimaan mahasiswa baru Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Mataram sudah bergentayangan menyoba melakukan penipuan. Para calon mahasiswa ditawari kelulusan dengan kompensasi biaya Rp30 juta-Rp40 juta. Uangnya sudah disimpan di rekening calon mahasiswa sendiri tetapi bukunya dipegang oleh para calonya.
MATARAM - Pembebasan biaya pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum memungkinkan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Masalahnya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) NTB hanya Rp1,1 triliun, untuk penggunaan belanja rutin Rp600an miliar dan hanya Rp400 miliar yang bisa digunakan untuk pembangunan. Itupun harus dibagi untuk belasan sektor.
MATARAM - Jumlah siswa SMA yang tidak lulus di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 3.812 orang siswa atau 13,66 persen dari 28.109 orang peserta ujian nasional. Sedangkan siswa Madrasah Aliyah (MA) yang tidak lulus 3.174 orang siswa atau 21,80 persen dari 14.557 orang siswa yang ikut ujian. Adapun siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak lulus 1.404 orang atau 19,57 persen dari 7.173 orang peserta ujian.
MATARAM - 575 orang dari 6.007 siswa SMA/Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se kota Mataram tidak lulus ujian nasional. Mereka terbanyak dari sekolah swasta. Rata-rata kelulusan siswa tahun ini mencapai 90,42 persen atau meningkat 2,5 persen dibanding hasil ujian tahun 2007 lalu yang lulus 87,11 persen dari 5.772 siswa peserta ujian.
MATARAM - Setelah tahun akademik 2007/2008 tidak menerima mahasiswa baru, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menerima mahasiswa baru. Tahun akademik 2008/2009 ini, sebanyak 1.000 orang mahasiswa baru akan diterima dan ditempatkan di lima kampus di Jatinangor Jawa Barat, Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB), Baos Sumatera Barat dan Pekanbaru Riau. Untuk kampus daerah, mahasiswa yang akan ditampung belajar di sana masing-masing 100an orang.
MATARAM - Pembebasan biaya pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai tidak adil oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata. Karena itu ia menyatakan tidak setuju pembebasan biaya pendidikan. Sebab pembebasan tersebut tidak memberikan rasa keadilan kepada warga yang tidak mampu. Sebaiknya, perlu dilakukan subsidi silang memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.
MATARAM - Masih kecil jumlah guru bersertifikasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sebanyak 47.780 orang guru hanya 3.654 orang atau 7,65 persen yang telah lulus sertifikasi. Sesuai alokasinya, targetnya baru Tahun 2015 akan selesai sertifikasinya. Baru 503 orang guru yang telah lulus sertifikasi itu menerima tunjangan guru karena banyak yang belum memenuhi persyaratan administrasi.