BBC - Basarnas menegaskan bahwa proses pencarian jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak akan dilakukan secara maksimal tanpa batasan waktu.
BBC - Empat kantung jenazah korban Sukhoi Super Jet 100 yang menabrak Gunung Salak sudah dibawa ke Jakarta dan kini berada di RS Polri, Kramatjati, untuk menjalani proses identifikasi.
VOA - Lebih banyak kantong berisi bagian-bagian tubuh tiba di ibukota, Jakarta, hari Sabtu, sementara cuaca lebih cerah memungkinkan petugas memperluas daerah pencarian dari tempat reruntuhan di Gunung Salak. Helikopter juga telah dikerahkan untuk membantu upaya pencarian.
VOA - Pihak berwenang mengatakan, tidak ada tanda-tanda adanya korban yang selamat di antara hampir 50 penumpang pesawat itu, dan bahwa usaha evakuasi hari Kamis terhalang oleh cuaca buruk dan lokasinya jatuhnya pesawat yang sulit dijangkau.
BBC - Tim penyelamat yang terdiri TNI, Basarnas dan sejumlah relawan hari ini berhasil menemukan 12 jenazah korban kecelekaan pesawat Sukhoi Superjet 100.
MATARAM – Bekas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat (NTB) Heryadi Rachmat (2008-2010), mengaku memiliki kesan tersendiri sewaktu berhubungan kerja dengan almarhum Widjajono Partodigdo sebagai guru besar perminyakan Institut Teknologi Bandung. Beberapa kali bertemu, Heryadi Rachmat menyatakan almarhum adalah seorang akademisi yang sangat terbuka terhadap orang lain tanpa memandang kedudukannya. ‘’Bicaranya polos. Tapi mungkin tidak cocok kalau bicara dengan politikus,’’ ujar Heryadi yang pernah duduk satu meja menjadi pembicara energi nasional dalam seminar nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia di Senggigi Lombok.
MATARAM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo meninggal dalam pendakian gunung Tambora, Sabtu 21 April 2012. Kepastian meninggal setelah dr Hendri memeriksa tubuhnya, sekitar pukul 4 sore. Posisi sekitar pos 1 di Doro Peti. Tetapi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bima Ilham Sabil yang mendampingi dalam pendakian meyakini kematian Widjajono Partowidagdo sekitar pukul 9.30 pagi di kawasan sekitar 50an meter di bawah puncak.