MATARAM – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPIDNTB) memanggil Direktur Utama SCTV dan Trans7 guna menindak lanjuti aduan pemirsa di NTB. Panggilan ini dimaksudkan untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran tahun 2009.
MATARAM – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPID NTB) Badrun AM meminta seluruh lembaga penyiaran tidak secara vulgar menyiarkan berita yang terkait dengan konflik dan kekerasan di NTB. Salah satu dampak negatifnya adalah terjadi perilaku imitatif, meniru apa yang ditayangkan televisi maupun disiarkan radio.
MATARAM – Sampai hari ini, Menteri Negara Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring belum mengetahui banyaknya Pusat Layanan Internet Komunikasi (PLIK) yang berfungsi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
MATARAM – Seperangkat Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) itu sudah dua tahun terlantar tidak berfungsi di ruang kantor Camat Sandubaya di Mataram. Ada enam personal computer (PC) merek Lenovo lengkap dengan mejanya, server (hub switch) dan antena parabolanya. Tidak jelas dari Jakarta-nya, kenapa berlarut-larut belum bisa difungsikan. Padahal, sejak awal peralatan itu dalam keadaan hidup.
INFOPUBLIK - “Ini dia foto-foto Obama yang tadi saya potret, bagus bukan? Saya baru pertama kalinya ditugaskan di event internasional seperti ini, saya bangga bisa memotret Obama dan Presiden negara-negara ASEAN.”
MATARAM – Fasilitas internet masuk kecamatan di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum seluruhnya terpasang. Kementerian Komunikasi dan Informasi menjatahkan 125 unit fasilitas internet di 112 kecamatan se NTB. Ada yang dipasang di sekolah di Kabupaten Lombok Utara yang tidak memiliki fasilitas listrik, di rumah penduduk di Kabupaten Dompu dan kios Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Bahkan berada di lingkungan tempat karaokean di di Empa Batu Gong Kabupaten Sumbawa.
VOANews - Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah lembaga nirlaba dunia, Ford Foundation mengumumkan hari Jumat (23/9-2011), sebanyak 35 pegiat media berbasis komunitas Indonesia dinyatakan terpilih sebagai penerima hibah senilai satu juta dolar AS atau sekitar 9 miliar rupiah.