MATARAM – Ekspor ikan dan udang Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat selama dua bulan terakhir. Kalau bulan Januari 2012 nilainya mencapai US $ 107.445 atau Rp999,238 juta meningkat pada bulan Pebruari 2012 menjadi US $ 585.607 atau Rp5,446 miliar.
MATARAM – Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima mengalami deflasi 0,50 persen selama bulan Maret 2012 lalu. Penyebabnya adalah penurunan indeks kelompok bahan makanan sebesar 2,61 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga sebesar 0,01 persen.
BBC - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM merupakan pilihan terakhir, untuk menyelamatkan perekonomian nasional.
VOA - Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Presiden Tiongkok Hu Jintao dalam kesempatan lawatan dua harinya di Beijing. Kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan senilai 17 milyar dolar dalam bidang pertambangan, pembangkit listrik tenaga air, besi baja, pertanian dan tekstil.
MATARAM – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri menyatakan Indonesia memiliki lebih 20 produk kekayaan alam. Mestinya, Indonesia bangga memiliki kekayaan alam tersebut. Diantaranya adalah pertambangan yang salah satunya minyak. Karena itu, diherankannya kalau negara masih miskin dan pendapatan per kapita penduduk tidak menyukupi. Bahkan orang asing menyatakan Indonesia di bawah garis kemiskinan atau di bawah negara berkembang.
MATARAM – Aliansi Mahasiswa Bersatu (AMB) Bima mengancam akan menutup Bandara Sultan Muhammad Salahuddin jika pemerintah memaksakan kehendak untuk menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, juga akan melakukan penyegelan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bima, Jum’at 16 Maret 2012 besok.
MATARAM – Operasional Bandara Internasional Lombok (BIL) yang dimulai 1 Oktober 2011 lalu, baru akan mencapai titik impas usaha, 2015. Kalau selama sembilan pertama, Januari-September 2011, Bandara Internasional Selaparang di Mataram memberikan laba operasional Rp4 miliar. Tetapi pada tiga bulan terakhir, Oktober -Desember 2011, mengalami kerugian Rp6 miliar. Tahun 2012 ini, diprediksi masih akan mengalami kerugian Rp29,2 miliar.