MATARAM - Perum Bulog Divre Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu mencapai target pengadaan beras 2008 sebesar 100.000 ton setara beras. Bahkan, Divre NTB diminta untuk menambah pembelian hingga 12.500 ton. Sampai Jum’at (18/7), sudah masuk 101.000 ton. Untuk pembelian 112.500 ton setara beras tersebut disediakan dana sebesar Rp483,75 miliar.
MATARAM - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia yang bersidang di Senggigi Lombok selama tiga hari, Rabu-Jum’at (16-18/7), mengeluarkan rekomendasi kebijakan ketahanan pangan dan energi yang bersifat economic wide. Tidak hanya kebijakan dalam bidang pangan dan energi saja. Tapi menyangkut segala aspek ekonomi.
MATARAM - Presiden sudah mengeluarkan keputusan mengenai pembentukan lembaga penjaminan kredit daerah. Sekarang sedang disusun petunjuk pelaksanaannya. Karena itu Pemerintah Daerah melalui APBD dapat mengalokasikan dananya mendirikan lembaga perusahaan penjaminan pinjaman sehingga memungkinkan lebih berperan mendorong kegiatan ekonomi di daerahnya. Prinsipnya sama dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjamin 70 persen pinjaman.
MATARAM - Gubernur Bank Indonesia Boediono berpendapat harus ada kesepakatan global untuk menggembosi inflasi. Tidak mungkin satu negara bisa melakukan penggembosan inflasi secara sendirian. Harus dilakukan secara bersama-sama.
MATARAM - Selama tiga hari sekitar 400aan orang anggota Iakan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) berkumpul di Senggigi Lombok membicarakan masalah krusial pangan, energi dan kebijakan harga yang dianggap mendesak ditangani pemerintah Indonesia. Dibicarakannya pangan dan energi tersebut karena tahun depan, Indonesia masih akan disulitkan menghadapi persaingan global.
MATARAM - Senin (14/7) besok, investor asal Dubai Uni Arab Emirat Emaar Properties akan menyampaikan presentasinya membangun kawasan wisata Mandalika Lombok Tengah di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta. Di sana, Emaar Properties yang mengambil alih lahan PT Pengembangan Pariwisata Lombok seluas 1.250 hektar, akan menanamkan modalnya sebesar US 700 juta atau sekitar Rp7 triliun.
MATARAM - Indonesia Stock Exchange atau Bursa Effek Indonesia (BEI) melakukan perjalanan keliling memasyarakatkan pasar modal. Sudah 18 kota di Indonesia yang didatangi. Semalam, Kamis (10/7), petinggi BEI bertemu 155 orang masyarakat pengusaha di Mataram dalam Forum Calon Investor di ruang Alamanda Sheraton Senggigi Lombok untuk lebih mengenalkan perdagangannya.