MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) tidak mempunyai dana untuk menghidupi jemaat Ahmadiyah (JA) di Asrama Transito Mataram dan di ex RSUD Praya di Lombok Tengah. Jatah hanya dalam bentuk beras yang diberikan adalah bantuan pemerintah pusat. Dari jatah 12 ton beras yang disiapkan, masih tersedia untuk enam bulan. Sedangkan para JA yang sudah lebih dua tahun mengungsi, menghendaki bisa pulang ke rumah mereka di Dusun Ketapang Desa Lingsar Kabupaten Lombok Barat.
MATARAM - Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia Ryass Rasyid meminta para jamaah Ahmadiyah Indonesia kembali ke aqidah Islam atau mereka mengambil sikap berada di luar Islam. Kalau sebagai muslim harus mengakui Rasulullah Muhammad sebagai nabi terakhir sebagai fundamentalis Islam dan menyesuaikan ajarannya. Tetapi kalau tidak bersedia memenuhi aqidah Islam, hendaknya mendeklarasikan agamanya di luar Islam.
MATARAM - Warga Jamaah Ahmadiyah di Mataram menunggu keputusan Pengurus Pusat Ahmadiyah di Jakarta setelah adanya surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung, Senin (9/6) kemarin. Ketua Cabang Ahmadiyah Mataram Drs. Udin mengatakan akan mentaati keputusan tersebut apabila dinilai sesuai Pancasila dan konstitusi. ”Pimpinan pusat sedang memperlajari, kami diminta cooling down,” ujar Udin, 43 tahun, bapak dua orang anak, yang sehari-hari Dosen Bahasa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram, kepada LombokNews, Selasa (10/6) pagi.
MATARAM - Aliansi Umat Pembela Aqidah (AUPA) melakukan long march sejauh lima kilometer di sepanjang jalan utama kota Mataram, Sabtu (10/5) pagi. Mereka, sekitar 200 orang yang berasal dari organisasi mahasiswa Islam di Mataram berjalan dari Masjid Raya Attaqwa, dan melakukan orasi penolakan terhadap keberadaan Ahmadiyah.
MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata meminta jamaah Ahmadiyah untuk menahan diri memberikan komentar. Hendaknya mereka menunggu keputusan pemerintah yang dipandang baik untuk semua pihak termasuk penentang adanya Ahmadiyah.
MATARAM - Di Nusa Tenggara Barat (NTB), para anggota jamaah Ahmadiyah dilarang bergerak karena sudah dibekukan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB tetap akan terus melakukan pemantauan terhadap aktifitas pengikut ajaran Ahmadiyah setelah dikeluarkannya pelarangan oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan. Masyarakat dan Keagamaan (Pakem).
MATARAM - Kamis (17/4) siang itu, Munawaroh, 42 tahun, ibu dari empat orang anak sedang sibuk memasak di dapur Asrama Transito Mataram. ”Saya masih repot masak sayur,” ujarnya sambil memegang laos ditangannya. Sudah lebih dua tahun ia berada di sana setelah diusir dari rumahnya sendiri di Desa Ketapang Lombok Barat, 4 Pebruari 2006. Suaminya, Sulaiman Damanik, 52 tahun, belum pulang dari bekerja serabutan.