MATARAM – Sejak beberapa bulan terakhir ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi terus melakukan perjalanan safari dakwah. Sudah pernah ke Bandung, Yogyakarta, Jombang, Pasuruan, Denpasar, Timika Papua, Medan dan kemarin di Pondok Cabe Tangerang Selatan, Ahad 14 Januari 2018 subuh pagi tadi berada di Masjid Agung Garut Jawa Barat.

Di Masjid Agung Garut yang dihadiri pula oleh Bupati Garut Rudi Gunawan, doktor tafsir Al Qur’an tamatan Universitas Al Azhar Kairo ini mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperkaya diri dengan mempelajari dan mendalami Al-Qur’an. Sebab, di dalam Al-Qur’an menurutnya sudah terangkum semua aspek kehidupan manusia. Mulai dari saat manusia itu diciptakan hingga manusia itu bertemu dengan Allah SWT. ‘’Apalagi hal hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, seperti hukum hukum yang mengajarkan manusia untuk maraih kesuksesan,’’ katanya.

Zainul Majdi yang digelari tuan guru bajang (TGB) di Lombok ini menguraikan bahwa di dalam Kitab Suci Al Qur’an, Allah SWT memerintahkan manusia untuk membangun mental yang kuat. Yaitu bersikap untuk saling membangun dan menumbuhkan, bukan saling membantah, mencela dan menghancurkan. Termasuk tidak menumbuhkan benih benih kesombongan dalam diri manusia. “Allah SWT tidak pernah melarang sesuatu tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, di dalam Al-Qur’an Allah memerintah untuk senantiasa menumbuhkan semangat meningkatkan kapasitas intelektual dan khasanah keilmuan dengan terus belajar. Maka, dalam hidup kita ini, Gubernur NTB dua periode tersebut, menyebutkan yang menjadi prioritas kita adalah belajar. Yaitu belajar ilmu ilmu yang diuraikan dalam Al-Qur’an. “Ayat ayat yang berbicara tentang mencari ilmu, empat kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan ayat ayat yang berbicara tentang hukum,” ucapnya.

TGB juga menguraikan salah satu ayat dalam Al-Qur’an, Surat Al-Anfaal yang membahas sebuah perintah untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun, taat dan patuh kepada Allah dan Rasul tersebut tidak cukup. Perlu juga manusia untuk tidak saling menjatuhkan dan berbangsa bantahan. Sebab, sikap saling berbantahan dan menjatuhkan akan berakibat pada kegagalan dan kehancuran. ‘’Maka yang perlu dilakukan adalah menata mental yang kuat, menata masyarakat dan gemar belajar sebagai bagian pentig untuk maraih kesusksesan,’’ katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here