MATARAM – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat (KPID NTB) mememberikasn sanksi penghentian sementara empat program non faktual pada tiga stasiun TV lokal di Mataram. Adapun program TV lokal yang dihentikan tersebut antara lain acara Legel Home Shopping di Lombok TV, acara Lintas Musik Nasional dan Hang out di TV9 Lombok dan film kartun Kastari Animation di Sasambo TV.

Ketua KPID NTB di Mataram Sukri Aruman mengemukakannya, Ahad 14 Januari 2018. Menurutnya, penghentian sementara berlaku selama tiga hari, 15 – 17 Januari 2018. Dikatakannya bahwa KPID NTB sudah berusaha maksimal melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap program siaran di 3 stasiun TV lokal tersebut. Namun karena masih juga melakukan pelanggaran, maka sanksinya ditingkatkan menjadi penghentian sementara program bermasalah tersebut.”Rata-rata sudah menerima dua kali teguran tertulis bahkan lebih,” katanya.

Sebelumnya, KPID NTB telah melakukan klarifikasi dan himbauan lisan kepada pihak stasiun TV untuk melakukan perbaikan, tetapi tidak diindahkan.

Sukri mencontohkan program Lejel Home Shopping yang sudah lama tayang di Lombok TV. Program ini menurut KPID NTB, merupakan program blocking time tentang promosi berbagai macam produk perusahaan.Namun dalam sejumlah episode, mempromosikan produk pakaian dalam wanita (korset) yang menampilkan visualisasi bagian-bagian tubuh tertentu secara jelas dan vulgar, ”Ditayangkan ketika anak-anak dan remaja masih menonton. Program ini juga kita minta dievaluasi durasinya,” ujar Sukri Aruman. Karena kerapkali melampaui ketentuan iklan komersial di lembaga penyiaran swasta maksimal 20 persen dari total jam siar sehari.

Lainnya, acara Lintas Musik Nasional dan Hang out di TV9 Lombok dihentikan sementara karena mengabaikan kewajiban mencantumkan hak siar. Aturannya sangat jelas mewajibkan setiap lembaga penyiaran mencantumkan keterangan informasi seputar judul lagu, nama pencipta lagu, penyanyi termasuk bila menggunakan potongan gambar, video dan audio. ”Harus disebutkan sumbernya karena menyangkut hak siar,” ucap Sukri Aruman.

Ia juga menjelaskan penghentian sementara program film kartun Kastari Animation di Sasambo TV karena mengabaikan penggolongan klasifikasi acara yang tidak sesuai dengan target khalayak dan keliru menempatkan posisi atau letak klasifikasi acara yang seharusnya di sudut atas.layar televisi.

KPID NTB juga menghentikan sementara tiga program faktual Sasambo TV yakni Mata Indonesia, Lintas Nusantara dan Titian Imani.”Pelanggarannya sama saja dengan program Kastari Animation, sesuatu yang yang mereka anggap sepele padahal itu prinsip dan normatif,” katanya.

Sukri menambahkan, selama menjalankan sanksi penghentian sementara, ketiga stasiun TV tidak diperkenankan menyiarkan program dengan format sejenis atau pada waktu siar yang sama atau waktu yang lain.”Kita akan lakukan pemantauan ketat sejauh mana kepatuhan lembaga penyiaran menjalankan sanksi yang kita berikan,” ujarnya.

Manajer Produksi Lombok TV Yusril yang menjawab konfirmasi sewaktu dihubungi, menyebutkan sensor internal telah dilakukan. Mengenai bagian tubuh itu adalah tayangan bagian tubuh untuk alat olahraga. Bukan bagian tubuh yang berkonotasi umum. ”Tetapi memang bagian tubuh yang bisa dibentuk dengan alat olahraga yang diperagakan,” ucapnya.

Pemimpin Redaksi TV9 Sahril tidak bersedia menjawab dan mengalihkan ke penanggung jawab acaranya, Yayan. tetapi Yayan pun hanya menjanjikan akan menjawab kemudian. Via SMS, akhirnya Yayan menyebutkan bahwa adanya surat teguran KPID NTB tersebut TV9 akan mengevaluasi program tersebut. ”Agar menjadi lebih baik tanpa melanggar,” katanya. Sedangkan Stssiun Manajer Sasambo Sahrul mengatakan apa yang dilakukan sudah sesuai prosedural. ”Kami juga menayangkan produk Santun Televisi yang merupakan televisi berjaringan,” katanya.

Wakil Ketua KPID NTB Maryati juga menjelaskan meningkatkan pemantauan isi siaran terutama di tahun politik 2018. KPID NTB ingin memastikan frekuensi sebagai milik publik, tidak disalahgunakan. ”Kami akan ekstra ketat mengawasi perilaku media dalam menyajikan informasi dan berita seputar Pilkada serentak, ” katanya.

Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Nusa Tenggara Barat 2018 meliputi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Lombok Timur dan Pemilihan Walikota Wakil Walikota Bima.”Kami akan maksimalkan pemantauan siaran Pilkada,” ujar Maryati.

Selain memantau siaran TV, KPID NTB juga memantau siaran radio secara realtime dengan melibatkan 9 tenaga analis media dan relawan pemantau dari mitra kerja KPID NTB. KPID NTB akan memperbaharui perjanjian kerjasama dengan Bawaslu dan Panwaslu di seluruh NTB untuk memaksimalkan tukar menukar informasi hasil pengawasan peserta Pilkada dan pemantauan siaran radio dan TV di daerah ini.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here