MATARAM – Hasil survei konsumen Bank Indonesia mengindikasikan menurunnya optimisme konsumen di Kota Mataram-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Desember 2017. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2017 sebesar 109,66, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 122,97. Penurunan IKK tersebut bersumber dari penurunan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 16 poin dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang menurun 10,6.

Terhadap penghasilan saat ini, tingkat optimisme rumah tangga menurun dibandingkan bulan November 2017. Sedangkan terhadap aspek ketersediaan lapangan kerja saat ini, rumah tangga cenderung pesimis. Penurunan terhadap aspek penghasilan, kondisi ekonomi, dan lapangan kerja.
”Untuk enam bulan ke depan, tingkat optimisme rumah tangga masih mengalami penurunan,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Prijono, Kamis 11 Januari 2018 siang.

Konsumen memperkirakan tekanan harga pada tiga bulan mendatang cenderung menurun, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 (tiga) bulan mendatang sebesar 132,6 turun 40 poin dari November 2017. Begitu pula tekanan kenaikan harga pada 6 bulan dan 12 bulan mendatang juga diperkirakan menurun sebagaimana tercermin dari penurunan IEH 6 bulan dan 12 bulan mendatang masing-masing sebesar 31,1 dan 41,9 poin dibanding November 2017.

Survei Konsumen merupakan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk melihat tingkat optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan. Survei Konsumen menghasilkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dibentuk dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). IKE dihasilkan dari indeks kegiatan usaha saat ini, penghasilan saat ini, konsumsi barang tahan lama, dan ketersediaan lapangan pekerjaan. IEK dihasilkan dari indeks perkiraan kegiatan usaha, perkiraan penghasilan, dan perkiraan ketersediaan lapangan pekerjaan.

Prijono juga menyampaikan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Triwulan IV 2017 mengindikasikan kegiatan usaha triwulan IV-2017 meningkat dibanding triwulan sebelumnya. Indikator kegiatan usaha meningkat hingga 11,05 dari -16,11 pada triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh peningkatan harga jual, kapasitas produksi, dan peningkatan Prompt Manufacturing Indeks (PMI).
\
Indikator kapasitas produksi terpakai yang dihitung dari empat sektor yaitu pertanian, pertambangan, industri pengolahan, serta sektor listrik, gas, dan air bersih secara umum menunjukkan peningkatan. Namun terdapat sedikit perlambatan pada sektor pertambangan dimana pengolahan fresh ore pada tambang Batu Hijau fase 6 di Kabupaten Sumbawa Barat berakhir pada akhir tahun 2017.

Kondisi akses kredit dunia usaha secara keseluruhan triwulan IV-2017 meningkat menjadi 42,11 dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 25,00. Kondisi keuangan perusahaan berdasarkan rentabilitas meningkat namun kondisi keuangan perusahaan berdasarkan likuiditas menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

Harga jual pada triwulan IV-2017 menunjukkan peningkatan dengan nilai indikator 30,40, lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 9,44. Peningkatan pada harga jual tersebut terutama pada sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Mengenai penggunaan tenaga kerja mengalami penurunan dengan nilai indikator -2,73, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 1,20. Penurunan penggunaan tenaga kerja tersebut dialami oleh sektor pertanian, sektor industri pengolahan, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor jasa perusahaan.

Perihal investasi sedikit melambat dengan nilai indikator 14,92 pada triwulan IV-2017 dari 15,22 pada triwulan III-2017. Penurunan khususnya terjadi pada sektor pertanian dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Peningkatan investasi terdapat pada sektor pertambangan berupa pembangunan infrastruktur pendukung operasional. Adapun sektor lainnya tidak mengalami perubahan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here