MATARAM – Selama libur akhir tahun 2017, 18 Desember 2017 – 8 Januari 2018 ternyata arus penumpang di Lombok International Airport (LIA) mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Jika pada akhir tahun 2016, jumlah penumpang yang dilayani LIA mencapai 245.144 orang, maka pada akhir tahun 2017 kemarin mengalami penurunan lima persen menjadi 232.818 orang.

Namun, dengan kargo (angkutan barang) yang berbanding terbalik dengan angkutan penumpangnya. Jumlah angkutan barang meningkat lima persen dari semula 1.041.593 kilogram (kg) menjadi 1.093.374 kg.

General Manager LIA I Gusti Ngurah Ardita mengemukakannya sewaktu bersama Komandan Pangkalan Udara Rembiga Kolonel (PNB) Dodi Fernando menutup posko Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018, Selasa 9 Januari 2018 di lobi Terminal LIA. ‘Bersyukur berjalan aman, nyaman dan lancar,” katanya di depan anggota pasukan pengaman posko sebelum memotong tumpeng syukuran.

Sebelumnya, akibat adanya erupsi Gunung Agung menimbulkan kemerosotan arus kedatangan wisatawan ke Lombok akibat ditutupnya operasional penerbangan di LIA. Sewaktu terjadinya erupsi akhir November 2017 lalu, ada 256 pergerakan pesawat yang dibatalkan sebagai akibat penutupan penerbangan. Jumlah calon penumpang sebanyak 25.319 orang terdampak debu erupsi Gunung Agung.

Di Lombok, setidaknya 13 penerbangan Air Asia dari dan ke Kuala Lumpur yang dibatalkan. Atau jika per penerbangan sebanyak 180 orang, maka berarti 2.340 orang sekali jalan atau pergi pulang sebanyak 4.680 orang yang tidak jadi pergi. Semuanya orang asing. Belum lagi maskapai Silk Air yang menghubungkan Singapura – Lombok yang mengalami tiga kali pembatalan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here