MATARAM – Senin 8 Januari 2018 kemarin, dua pasang bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum NTB. Mereka yang sudah mendaftar bakal paslon Ali Bin Dachlan – Tuan Guru Haji Lalu Wiresakti Amir Murni (perseorangan) dan bakal calon lainnya Suhaili FT – Muhammad Amin (Golongan Karya, Nasional Demokrasi dan Partai Kebangkitan Bangsa). Keduanya telah diberikan tanda terima pendaftarannya, juga telah diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh di RSUD Provinsi NTB.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat Lalu Aksar Anshori Faishal,
selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter Ikatan Dokter Indonesia NTB dan juga psikolog Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) serta Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terdiri 26 dokter spesialis, lima psikolog dan lima tenaga medis/laboratorium BNN..

Dikatakan Lalu Aksar Anshori Faishal, dua bakal paslon yang sudah mendaftar, jika ada perbaikan persyaratan calon akan diberi kesempatan untuk menyampaikan di masa perbaikan 18 – 20 januari 2018.. Khusus bakal paslon perseorangan (Ali-Sakti) masih harus menyerahkan paling sedikit 101.026 KTP dukungan pada masa perbaikan tersebut untuk selanjutnya KPU NTB akan melakukan penghitungan jumlah, dilanjutkan verifikasi administrasi dan kegandaan dan verifikasi faktual oleh Panitia Pemungutan Suara.

Belum ada konfirmasi untuk pendaftaran hari ini Selasa 9 Januari 2018. Kemungkinan akan ada dua bakal paslon yang akan mendaftar pada hari Rabu 10 Januari 2018 yaitu bakal paslon Ahyar Abduh (Walikota Mataram/ex Golkar) – Mori Hanafi (Wakil Ketua DPRD NTB/Gerindra) dan bakal paslon Zulkieflimansah (anggota DPR RI dari PKS asal daerah pemilihan Baten- Sitti Rohmi Djalilah (Rektor Universitas Hamzanwadi Nadhlatul Wathan Pancor/kakaknya Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi).

Lalu Aksar Anshori Faishal berharap semua bakal paslon sudah benar-benar siap untuk mendaftar dengan dukungan parpol atau gabungan parpol pengusung sehingga berjalan lancar. Begitu juga bakal paslon perseorangan, setelah pendaftaran nanti sudah siap menyerahkan kelenegkapan dukungan perbaikan minimal 101.026.

KPU NTB berharap pilkada 2018 ini menjadi pilkada yang diwarnai dengan hiruk pikuk visi, missi, program serta gagasan cerdas dari bakal paslon menjadi pilkada yang santun dan beradab, menjadi pilkada yang bersih dan berintegritas. ‘’Tidak hiruk pikuk dengan black campaign, isu-isu sara dan menghalalkan segala cara dengan money politic serta cara-cara yang tidak sehat lainnya..

Diharapkan bakal paslon dan seluruh pendukungnya juga membawa pilkada ini ke arah pilkada tertib, aman, lancar, mencerahkan dan memberi harapan baru untuk NTB yang melesat cepat dalam kemajuan. ‘’Kamipun berkomitmen menjadi penyelenggara yang netral, profesional dan berintegritas,’’ ujarnya.

Aksar Anshori pun berharap media sosial juga menjadi media yang cerdas, bersahabat dan menyenangkan untuk publik.. tidak digunakan untuk mengumbar fanatisme, primordialisme dan stigmasi yang justru mencederai proses demokrasi melalui pilkada.. ‘’Mari semua menikmati pilkada ini dengan sajian yang mendidik dan mencerahkan dengan cara-cara santun, beradab dan bermartabat,’’ ucapnya.

Adapun bio data kedua paslon yang sudah mendaftar tersebut adalah sebagai berikut
Ali Bin Dachlan yang lahir di Dasan Geres Lombok Timur, 30 Desember 1948, seorang doktor ilmu pemerintahan tamatan Universitas Satyagama Jakarta, saat ini menjabat sebagai Bupati Lombok Timur hasil pencalonan independen periode 2013-2018. Sebelumnya, periode pertama dijalaninya 2003-2008. Ia maju pada pemilihan Bupati periode 2008-2013 tapi kalah dalam pemilihan.

Maju sebagai calon perseorangan (independen), bukan berarti ia tidak suka partai politik. Riwayatnya, ia pernah masuk Partaai Daulat Rakyat (PDR) dan Partai Kebangkitan Bangsa.
Riwayat pekerjaannya, dimulai sebagai guru SMA Janamarga Mataram (1972), Kemudian menjadi Asisten Peneliti Universitas Nijmegen Belanda (1972-1974), Koresponden Majalah Tempo (1973-1976), Kepala Sekolah SMP Maarif (1976-1977), PNS Kanwil Depdikbud NTB (1979-1983), Yayasan HIVOS Belanda, Pendiri Yayasan Swadaya Membangun 1983, Ketua Forum Komunikasi LSM NTB (1989-1992), pendiri Yayasan Pendidikan Gunung Rinjani (1993) sekaligus menjadi rektor dan SMK Gunung Rinjani. Juga pendiri BPR Samawa Kencana Sumbawa dan BPR Bima Adi Swadaya Bima (1996).

Ali Bin Dachlan pernah mendapatkan Medali Perdamaian Dunia atas jasa-jasanya di bidang kemanusiaan dari UNICEF – PBB (1989).

Adapun Tuan Guru Haji Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni MA, yang dilahirkan di Pancor Lombok Timur 1971, adalah sarjana tamatan Universitas Yordan (2002) dan Pasca Sarjana tamatan Universitas Yarmouk Jordan (2008), saat ini menjabat Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram (2014-2018), selain menjadi anggota DPRD NTB (2014-2019) dan sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (2009-2014). Di organisasi pendidikan sosial dan dakwah Islamiyah Nahdlatul Wathan yang didirikan kakeknya, Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, ia menjadi Ketua Dewan Mukhtasar PB Nahdlatul Wathan Anjani (2014-2019).

Pasangan lainnya adalah Moh Suhaili Fadhil Thahir yang kelahiran Lombok Tengah, 31 Desember 1966, berasal dari lingkungan Pondok Pesantren Athohiriyah Al Fadiliyah Bodak yang didirikan orang tuanya. Sarjana Hukum tamatan Universitas Islam Al Azhar Mataram (2000) ini, berkarir dari anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah (1992-1997, 1997-1999). Kemudian menjadi Ketua DPRD NTB (2004-2009, 2009-2014) sebelum akhirnya menjadi Bupati Lombok Tengah periode 2010-2015 dan berlanjut 2015-2020.

Di Partai Golkar, ia menjabat Ketua DPD Lombok Tengah 2011-2016 dan kemudian ketua DPD Golkar NTB 2016-2021. Tahun 2017 kemarin, ia menerima penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah dari Menteri Dalam Negeri.

Pasangannya, Muhammad Amin yang saat ini menjadi Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, dilahirkan di Sumbawa 5 Juli 1960, berpendidikan Magister Administrasi Universitaas Merdeka Malang, 2008. Muhammad Amin yang pernah menjadi pengacara (1986-1999), kemudian menjadi ketua DPRD Kabupaten Sumbawa (1999-2004, 2004-2009 dari Partai Golkar yang dipimpinnya 1999-2004, 2004-2009). Setelah itu menjadi anggota DPRD NTB 2009-2013 dan sebagai Sekretaris DPD Golkar NTB (2010-2015) sebelum menjadi Wakil Gubernur NTB. Penghargaan yang pernah diperolehnya adalah Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (2016).(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here