MATARAM – Selama triwulan IV-2017, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN mengalami pertumbuhan asset YoY sekitar 29 persen (y.o.y) dibandingkan dengan posisi Desember 2016. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sekitar 24 persen (y.o.y) dibandingkan dengan posisi Desember 2016 dan pembiayaan tumbuh sekitar 26 persen dibandingkan dengan posisi Desember 2016. Laba UUS BTN juga tumbuh sebesar 28 persen (y.o.y) dibandingkan dengan posisi Desember 2016.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengemukakannya sewaktu peresmian outlet Bank BTN Kantor Cabang Syariah (KCS) Mataram di Cakranegara, Selasa 9 Januari 2018. Diresmikannya KCS Mataram maka Bank BTN telah memiliki 24 outlet Kantor Cabang Syariah dan 73 outlet Kantor Cabang Konvensional.

Menurutnya, manajemen Bank BTN menangkap peluang pertumbuhan ekonomi syariah di NTB. ”Provinsi NTB memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah yang sangat menjanjikan,” katanya.

Ia mengatakannya setelah mengutip potensi laju pertumbuhan ekonomi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah tumbuh dengan positif diatas rata – rata nasional yaitu sebesar 5,28 persen. Sejalan dengan hal tersebut, angka kemiskinan juga berhasil diturunkan dari 23,4 persen pada tahun 2015 menjadi 16,02 persen di tahun 2016. ”Pertumbuhan ekonomi yang baik ini juga berdampak pada sektor Perbankan khususnya Perbankan Syariah di NTB, ” ujar Maryono.

Di NTB, selama Triwulan III – 2017 telah tercatat 42 outlet perbankan syariah dengan total asset Rp3,34 triliun dan DPKnya yang terkumpul sebesar Rp1,62 triliun sedangkan pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat sebesar Rp 2,87 triliun.

Potensi perbankan syariah tersebut didasari sebagian besar masyarakatnya beragama Islam. Pemerintah Provinsi NTB telah mencanangkan wisata syariah dimana pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di NTB.

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, doktor tafsir Al Qur’an tamatan Al Azhar Kairo yang berjuluk Tuan Guru Bajang (TGB) dalam sambutannya mengatakan dua hal yang menopang terbangunnya kemajuan peradaban suatu bangsa adalah pendidikan dan kapital (modal). Kalau bicara tentang Indonesia, membangun negara yang sejahtera dan maju, maka didalamnya harus ada proses untuk memperkuat pembangunan ekonomi. ”Dan perbankan menjadi satu titik sentrum membangun ekonomi dan kapital yang kuat,” ucapnya sebelum meresmikan KCS Bank BTN tersebut.

Apresiasi diberikan kepada Bank BTN sebagai satu dari sekian banyak bank yang punya kepedulian memberikan kredit atau fasilitas pembiayaan bagi keluarga Indonesia untuk memiliki rumah yang layak. Menurutnya, Rumah yang layak dihuni itu adalah salah satu prasyarat untuk membangun suatu generasi yang kuat. Bank BTN kata TGB telah bekerja untuk menyiapkan satu prasyarat bagi sebuah keluarga dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih baik dimasa depan.

Oleh karenanya, pada prosesi peresmian Outlet Bank BTN Kantor Cabang Syariah Mataram yang ditandai penandatanganan MoU antara Bank BTN dan Pemerintah Provinsi NTB, TGB mengajak semua insan perbankan untuk memaknai pekerjaan dan profesi perbankan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab bersama dalam membangun peradaban indonesia yang kuat.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here