MATARAM – Diikuti oleh ribuan pendukungnya dari Pondok Pesantran Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur, pasangan bakal calon independen Gubernur – Wakil Gubernur (bacagub-bawagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ali bin Dahlan (ALI BD) dan Lalu Gede Wirasakti Amir Murni mendaftarkan diri di kantor Komisi Pemilihan Umum NTB, Senin 8 Januari 2018 siang.

Ini adalah bacagub-bawagub pertama di Provinsi NTB yang mengikuti pemilihan kepala daerah melalui jalur independen. Sedangkan Ali BD sendiri 2003 lalu, menjadi bupati independen pertama di Kabupaten Lombok Timur. ”Ini sesuai aturan ya. Saya mendaftar independen bukan tidak suka partai. Tapi ingin independen,” kata Ali BD dalam sesi jumpa pers.

Dikatakannya bahwa calon independen adalah sesuai ketentuan dalam UU. Bukan dibuat-buat. Jangan bilang nuruti Ali mengikuti independen. ”Saya ini bupati independen sekarang. Bukan ocok-ocok (bahasa Sasak artinya bohong-bohongan,” ujarnya. Ia meyakinkan bahwa dirinya nanti jadi menjadi Gubernur independen.

Ali B Dahlan semula dikenal sebagai pegawai negeri di Kantor Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan NTB (waktu itu), kemudian juga pernah menjadi koresponden Tempo di Mataram, dan kemudian menjadi pegiat NGO dan kemudian mendirikan Bank Samawa Kencana. Sedangkan Ro`is Am Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Anjani Tuan Guru Haji Lalu Gede. Muh. Ali Wirasakti Amir Murni, Lc., MA adalah salah seorang cucu dari pahlawan nasional asal Lombok Timur Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum NTB Lalu Aksar Ansori Faisal, pendaftaran pasangan ini diterima. ”Tetapi masih harus memenuhi kelengkapan persyaratan diantaranya kurangnya ktp dukungan independen,” ujarnya. Aksar Anshori menyatakan sudah diterima pendaftarannya sebagai bakal calon. Tetapi masih ada kewajiban untuk menyerahkan persyaratan bakal calon yang belum dipenuhi dan dukungan perbaikan sebanyak 101.026 lembar KTP hingga 18-20 Januari 2018.

Ia menyatakan siap kapan pun menyerahkan kekurangan KTP yang dihitungnya sebanyak 50 ribuan.

Ali BD yang memiliki ciri khas mengenakan kaca mata hitam menyatakan tekadnya akan membangun Sumbawa dengan sebaik-baiknya. Ini menjawab tantangan keinginan tokoh-tokoh dari pulau Sumbawa yang sudah mengajukan Provinsi Pulau Sumbawa tetapi setelah menjalani prosesnya terhalang moratorium yang ditetapkan pemerintah. ”Ingin bentuk PPS karena mereka menganggap pembangunan kurang adil. Maka saya minta Zulkieflimansah (calon lain) agar sabar,” katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here