MATARAM – Selama dua hari ini, Ahad – Senin 7 – 8 Januari 2018, bertempat di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung Halaqah Kitab-Kitab Hukum Islam yang diselenggarakan oleh Organisasi Internasional Alumni AL-Azhar (OIAA) Indonesia. Kajiannya, khususnya Kitab Arba’in Annawawiyah dan juga membahas dan mengkaji fiqih tematik kontemporer.

Misalnya terkait konsep dan hukum berjihad serta kajian tentang pemahaman-pemahaman masyarakat tentang jihad. Khususnya ditinjau dari aspek hukum islam apakah pemahaman tersebut telah didasarkan pada sumber dan rujukan hukum Islam yang jelas.

Dihadiri oleh Guru Besar Universitas Al-Azhar Syaikh Dr. Yusri Rusydi Assayyid Jabr Al-Hasani, menurut Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi, bahwa kajian tentang kitab-kitab hukum Islam, khususnya Kitab Arba’in Annawawiyah penting dijaga dan dilestarikan. ”Halaqah ilmiah ini harus ditradisikan untuk menajamkan pemahaman yang utuh tentang Islam,” kata Zainul Majdi. Termasuk meningkatkan spiritualitas yang dipadukan dengan pemahaman atas hasil kajian akal pikiran manusia. Zainul Majdi yang bergelar Doktor Tafsir Al Qur’an alumni Al Azhar adalah ketua OIAA Indonesia.
Dikatakan Zainul Majdi, berharap kajian tersebut akan dapat berkontribusi nyata untuk memperkaya khasanah keilmuan hukum Islam serta mendapatkan ilmu yang utuh tentang kitab Arba’in Annawawiyah.

Ia menyebutkan kehadiran Syaikh Yusri Rusydi pada halaqah (pertemuan/pengajian) ilmiah ini. merupakan suatu keberkahan sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi NTB, yang mayoritas dihuni oleh umat Islam.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here