MATARAM – Rencana pengajuan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pemilihan kepala daerah 2018, mulai menghangat. Jum’at 5 Januari 2018 sore ini di Jakarta, pasangan Moh. Suhaili FT (Bupati Lombok Tengah/Ketua DPD Golkar NTB) dan Muhammad Amin (Wakil Gubernur NTB/Ketua DPD Nasdem NTB) ditetapkan diusung Partai Kebangkitan Bangsa.

Sehari sebelumnya, Kamis 4 Januari 2018, pasangan Ahyar Abduh (Walikota Mataram/ex Golkar) – Mori Hanafi (Wakil Ketua DPRD NTB/Gerindra) yang telah lama diusung oleh Gerindra, di Jakarta pula ditetapkan diusung oleh PDIP oleh Megawati Soekarno Putri.

Senin 1 Januari 2018 lalu, Zulkieflimansah (Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera dari daerah pemilihan Banten/Rektor Universitas Teknologi Sumbawa) – Sitti Rohmi Djalilah (Rektor Unviersitas Hamzan Wadi Pancor/kakak kandung Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi).

Masih menyusul pasangan calon dari jalur independen Ali Bin Dahlan (Bupati Lombok Timur) – Tuan Guru Haji Lalu Gde Wirasakti (Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Anjani) yang menunggu selesainya verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum NTB.

Menurut Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto alias Didu, Jum’at 5 Januari 2018 malam, menjelang masa pendaftaran pasangan calon ke KPU 8 – 10 Januari 2018 makin terlihat afiliasi atau back up politik para Paslon yang diusung parpol. ”Sebelumnya dikabarkan PKB dukung Ahyar-Mori. Tapi ternyata keputusan DPP PKB ke Suhaili-Amin,” kata Didu,

Mi6 menilai pemilihan gubernur (PilGub) NTB ini akan menempatkan sosok pendatang baru , paket Zulkieflimansyah – Siti Rohmi Djalilah akan bertanding melawan tiga politikus yang memiliki rekam jejak memenangkan pemilihan kepala daerah kabupaten/kota era sebelumnya .

Selanjutnya Didu mengakui paska PDIP NTB mengusung secara resmi Paket Ahyar Mori akan mengubah secara drastis konstelasi politik pilgub NTB di injury time . Posisi tawar politik paket Ahyar Mori makin menguat dimata Paslon lain. Hal ini karena bagaimanapun PDIP dinilai memiliki kalkulasi politik mengusung Ahyar Mori. Salah satu agenda politik besar PDIP kedepan adalah Pilpres 2019 untuk memenangkan Jokowi lagi. Maka tentu PDIP harus bisa memastikan bahwa semua Paslon yang diusung menang dalam semua pilkada serentak agar jelas mapping suara pemilih untuk kepentingan Pilpres 2019 tersebut.

Sementara itu lanjut Didu , setelah PKB NTB melakukan manuver politik tidak segera menyudahi permainan , akhirnya dipastikan PKB NTB merapat ke paket Suhaili Amin. Dari sisi bargaining politik dengan diusung Golkar , Nasdem dan PKB, Paslon Suhaili Amin makin digdaya dan percaya diri memenangkan PilGub NTB. ” apalagi paket Suhaili Amin mencerminkan perimbangan politik lombok sumbawa,” ujar Didu .

Lebih jauh Didu mengatakan paket Ahyar Mori dan Suhaili Amin mencerminkan kekuatan politik yang sesungguhnya karena dukungan afiliasi politik yang berimbang. Selain itu yang terpenting adalah mereka memiliki pengalaman yang sama memenangkan pilkada dua kali di wilayahnya. Pengalaman dan nama besar sebagai politikus unggul di daerahnya, Ahyar maupun Suhaili tentu memiliki perlakuan khusus. ”Untuk memenangkan PilGub NTB ini,” ucapnya.

Sedangkan Sekretaris Mi6 Lalu Athari Fathullah mengatakan paket Zul Rohmi yang diusung koalisi ramping Partai Demokrat dan PKS, diakui merupakan wajah baru dan belum memiliki pengalaman dalam pilkada sebelumnya seperti tiga tiga calon lain yakni Ali BD, Ahyar Abduh. ”Sebagai pendatang baru di pentas PilGub NTB, wajar jika Zul Rohmi diprediksi sulit memenangkan pemilihan Gubernur ini,” katanya.

Meskipun demikian, menurut Athar, paket Zul Rohmi tidak boleh dipandang sebelah mata karena memiliki kekuatan dan pesona dengan latar belakang back up politik dukungan Demokrat, PKS dan Jamaah Nahdlatul Wathan Pancor yang kuat. ”Itulah modal suara Zul Rohmi yang riil dan konkrit dalam memenangi PilGub NTB,” ujarnya.

Lebih jauh Athari mengatakan yang tidak boleh dianggap enteng yakni posisi pribadi Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi yang sehari-hari dijuluki Tuan Guru Bajang (TGB) tentu akan bahu membahu memenangkan Zul Rohmi. Sebagai kreator politik yang mendesign munculnya paket Zul Rohmi, TGB pasti memiliki kalkulasi politik yang cerdas. ”Untuk mengatasi para jawara petarung politik itu,” ucap Athar .

Selain itu pengalaman kekalahan NW di benteng pertahanannya dalam pentas pilkada bupati Lombok Timur 2013 silam agaknya menjadi bahan evaluasi dan refleksi penting dibalik munculnya paket Zul Rohmi.” Selain mewakili Lombok Sumbawa , paket Zul Rohmi dihajatkan pula meraih suara perempuan dan pemilih milenial,” kata Athar.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here