MATARAM – Untuk mengatasi melesunya kunjungan wisatawan terdampak erupsi gunung Agung di Bali, Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) memerlukan kesediaan dana recovery sebesar Rp 15 miliar. Jum’at 29 Desember 2017, pengajuannya disampaikan ke Kementerian Pariwisata.

Kepala Dispar NTB Lalu Moh Faozal mengemukakannya selesai Coffe Morning antar pelaku usaha pariwisata di halaman kantornya, Jum’at 29 Desember 2017. Pembiayaan itu keperluan promosi kondisi NTB aman ke daerah pasar wisata dan juga mitigasi plan jika tidak dapat terbang langsung ke luar dari Lombok. ”Seperti dampak erupsi akhir November 2017 lalu, seminggu operasional bandara ditutup,” katanya.

Para wisatawan yang terjebak tidak dapat terbang langsung dari Lombok akan dievakuasi ke kota lain mengggunakan transportasi darat atau laut.

Selain itu, Dispar NTB juga mengupayakan penambahan penerbangan langsung dari mancanegara seperti Air Asia yang menurut General Manager Air Asia Lombok, membuka pasar langsung dari 33 negara via Kuala Lumpur. ”Kami menjual destinasi Lombok. Kuala Lumpur hanya sebagai hub,” ujarnya. Sehari mengisi tiga kali penerbangan yang rata-rata memuat 90 persen dari kapasitas 200an seat. Penumpangnya 70 persen adalah wisatawan asing.

Selain itu, Garuda juga menyiapkan empat kali seminggu penerbangan carter dari Incheon Korea Selatan. Juga ada maskapai Brunei Darussalam, dan kemudian Silk Air dari Singapura yang mengisi seminggu lima kali ke Lombok. Lion Air pun juga akan mengisi rute penerbangan ke Saudi Arabia setiap hari Sabtu.

Meskipun sempat terdampak ditutupnya Lombok International Airport selama sepekan sejak 26 November 2017 lalu, ternyata angka kunjungan wisatawan ke NTB melampaui target 3,5 juta orang. Anggota Badan Promosi Pariwsiata Daerah NTB Prayitno Basuki menyebutkan jumlahnya 3.508.903 orang yang terinci wisatawan nusantara 2.078.654 orang dan wisatawan mancanegara 1.430.249 orang. ”Data ini dikumpulkan dari berbagai pintu kedatangan,” ujar Prayitno Basuki.

Antara lain diperoleh dari Badan Pusat Statistik NTB, Angkasa Pura I, Imigrasi, Dinas Perhubungan, Pelindo, dan ASDP. Secara terinci, melalui bandar udara 2.164.024 orang, pelabuhan penyeberangan ASDP Lembar dari Bali sebanyak 290 ribu orang, kapal cepat langsung ke Gili Indah (Air, Meno, Trawangan) sebanyak 558.909 orang, kapal pesiar (cruise) 13.970 orang, Pelindo 221 ribu orang dan lain-lain transportasi seperti kapal Yacht, pinisi, sebanyak 261 ribu orang wisatawan.

Ketua Indonesia Congress Convention Association (INCCA) NTB M Nur Haedin alias Edo menyatakan selama 2017 ini berhasil menyelenggarakan 385 kegiatan wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) yang ikut andil mendatangkan 60 persen wisatawan ke NTB. ”Kenaikannya 30 persen dibanding tahun 2016. NTB sudah menjadi pilihan kegiatan di dalam maupun di luar ruang,” ucapnya.

Saat ini di Mataram dan Lombok Barat terdapat 22 hotel bintang yang memiliki ball room untuk keperluan MICE. Semula ada 16 hotel saja. Diantaranya ada 12 hotel bintang empat yang memiliki kapasitas ruang 1.000 orang atau menggunakan tenda berukuran besar. ”Lama kegiatan bertambah dari semula tiga hari menjadi empat hari,” kata Edo.

Sekretaris Daerah NTB Rosiadi Sayuti mengapresiasi para pelaku usaha pariwisata yang mengatasi dampak erupsi Gunung Agung sehingga layanan kepada wisatawan memuaskan. ”Sehingga wisatawan tidak takut ke sini,” ujarnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here