GIRI MENANG – Melalui Gerakan Anti Merariq Kodeq (GAMAQ), Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mampu menekan angka pernikahan dini. Kalau semula 2015 terdapat 40 persen melakukan pernikahan dini, tahun 2016 lalu menurun menjadi 35 persen. Kini, 2017, sudah mampu berkurang menjadi 30 persen.

Gamaq yang merupakan Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lobar dinilai sukses sehingga memperoleh anugerah Pemkab Lobar sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2017 pertengahan tahun ini.

Menurut Bupati Lobar Faozan Khalid, kader Keluarga Berencana (KB) bukan sekedar penyuluh KB saja. ”Tetapi juga sebagai penyuluh program yang berkaitan dengan KB,” katanya.
Ia mengatakan bahwa dalam suksesnya suatu program tergantung pada keteladanan dan persatuan para kader di masyarakat.

Senin, 11 Desember 2017, Faozan Khalid bertemu 450 orang penyuluh KB, kader Pembantu Pembina KB yang berkumpul dalam Pentaloka Lini Lapangan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk KB – Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku serta keterampilan tentang program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), yang ada di Lombok Barat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here