MATARAM – Cuaca membaik berdasarkan pantauan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, pukul 08.50 Lombok International Airport (LIA) membuka kembali penerbangan yang ditutup sejak Kamis 30 November 2017 pagi kemarin.

Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok Oral Sem Wilar mengutip informasi tersebut sebagai update pantauan satelit VAAC Darwin. ‘’Berita bagus dari VAAC Darwin,’’ katanya.

Dari gambar yang dikirimkan VAAC tampak bahwa udara di atas Lombok tidak ada sebaran debu vulkanik Gunung Agung.

Sesuai rapat Emergency Office Center di LIA pukul 08.00 WITA yang dipimpin General Manager LIA I Gusti Ngurah Ardita, berdasarkan membaiknya kondisi terkini maka diputuskan bandara LIA dibuka kembali. Selanjutnya akan dilaksanakan pertemuan untuk evaluasi kembali apabila ada perubahan yang significan.

Semula terhitung pukul 06.18 Waktu Indonesia Tengah (WITA), Jum’at 1 Desember 2017 operasi Lombok International Airport (LIA) masih ditutup hingga pukul 14 WITA. Penutupan tersebut disebabkan aktivitas vulkanik gunung Agung yang berdampak terhadap penerbangan.

General Manager PT Angkasa Pura I – LIA I Gusti Ngurah Ardita merilis penutupan tersebut setelah menerima Notice to Airmen Nomor : B9075/17 Tanggal 1 Desember 2017. ‘’Semua penerbangan datang dan berangkat dibatalkan. Sampai ada pemberitahuan berikutnya,’’ katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) Lalu Moh Faozal mengaku telah melakukan kordinasi untuk menanganani wisatawan asing yang terhalang penerbangan internasional yang tidak datang dan pergi karena penutupan sejak sepekan terakhir ini. ‘’Ratusan penumpang tidak dapat berangkat pulang,’’ ucapnya menyebut bakal calon penumpang Silk Air yang melayani Singapura – Lombok dan Air Asia yang menghubungkan Kuala Lumpur Lombok. ‘’Perlu penanganan khusus wisatawan asing karena tiadanya penerbangan,’’ ucapnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here