MATARAM – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) didukung oleh 32 hotel dan para pelaku industri pariwisata lainnya melakukan kordinasi untuk melayani wisatawan yang terhalang perjalanannya karena ditutupnya Lombok International Airport (LIA) yang wilayah udaranya terdampak debu Gunung Agung sejak lima hari terakhir ini. Ada keringanan harga kamar hingga 50 persen dan penyediaan angkutan gratis untuk beberapa tujuan kawasan wisata tempatnya menginap.

Kepala Dispar NTB Lalu Moh Faozal mengemukakannya sewaktu kordinasi di aula Dispar NTB, Kamis 30 November 2017. Konsentrasi pelayanan wisatawan dilakukan di daerah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Di dua daerah ini yang terbanyak wisatawannya,” kata Faozal.

Selain itu, Dispar NTB juga membuka Crisis Center sebagai posko pelayanan terhadap wisatawan yang gagal berangkat menggunakan pesawat. Pihak penyeberangan juga diminta untuk mewaspadai kapal-kapal penyeberangan yang ada di Pelabuhan Lembar maupun kapal cepat yang melayani rute KLU – Bali.

Selama terdampak erupsi Gunung Agung, untuk penerbangan dalam negeri, sesuai rekomendasi Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok dilakukan buka tutup operasional bandaranya. Ada maskapai penerbangan Silk Air dan ada pula Air Asia yang melayani rute Singapura dan Kuala Lumpur sama sekali tidak terbang.

Staf Kesyahbandaran Pemenang KLU Pujiati mengatakan selama lima hari terakhir, jumlah penumpang lebih tinggi dari rata-rata hari biasa yang mencapai 1.200 orang. Ia merinci, Ahad 26 November 2017 ada 20 kapal cepat dari Bali yang membawa 1.190 orang penumpang dan yang berangkat 1.450 orang. Senin 27 November 2017 yang datang dari Bali 22 kapal cepat menurunkan 1.315 orang dan membawa pergi 1.509 orang. Kemudian Rabu 28 November 2017, 20 kapal menurunkan 1.238 orang dan memberangkatkan 1.137 orang. Dua hari terakhir 29 – 30 November 2017, ada 19 kapal yang datang dan pergi. ”Hanya saja belum selesai rekapitulasinya,” ujar Pujiati.

Walaupun Jum’at 1 Desember 2017 merupakan hari libur nasional, Faozal meminta staf Dispar NTB tidak libur. Ini dilakukan untuk kesiap siagaan pelayanan terhadap wisatawan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here