MATARAM – 1.287 guru dan operator sekolah di Kabupaten Lombok Barat diangkat sebagai guru tidak tetap. Penyerahannya dilakukan dalam rangka memeriahkan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke – 72 Tahun 2017, Kamis 30 November 2017.

Penyerahannya dilakukan oleh Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid kepada para guru honor tersebut agar tetap semangat menjalankan tugasnya. ”Walaupun honor yang diterima tidak sebesar harapan mereka,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat baru mampu memberikan honor selama 10 bulan yang setiap bulannya sebesar Rp 400 ribu. Tahun 2018 mendatang kekurangannya selama dua bulan akan diberikan. Pada saat ini mereka secara langsung menerima pembayaran selama empat bulan pertama.

Ketika menyampaikan SK pengangkatan kepada para guru honor di sekolah negeri tersebut, Faudzan mengatakan bahwa guru merupakan orang tua kedua bagi siswa/siswi setelah orang tua kandung mereka dirumah. “Itulah kenapa jasa guru itu tidak bisa kita balas,” ujarnya. Jadi menghargai dan menghormati Guru tidak ada bedanya dengan menghargai dan menghormati kedua orang sendiri.

Salah seorang guru tidak tetap yang menerima SK secara simbolis, Harun merasa bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperhatikan nasib mereka terutama kepada Bupati Lombok Barat yang memberikan SK GTT tersebut. ”Sudah lama kami dan teman-teman GTT lainnya menunggu hal ini,” ucap Harun yang sudah mengabdi menjadi Guru GTT sejak Tahun 2005 di SDN 5 Lembuak.

Pada waktu yang sama, Fauzan Khalid juga menggelar Gebyar Seni. Kegiatan ini rangkaian dari persiapan menghadapi Festival Lagu dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat M. Hendrayadi mengatakan, kegiatan gebyar seni ini hanya dikiuti oleh SD dan SMP yang ada di Kecamatan Gerung yaitu 3 SD dan 3 SMP. Ini dikarenakan waktu yang sangat mepet dalam persiapannya.

Tahun mendatang akan melibatkan SMA yang ada di Lombok Barat. Kegiatan ini sendiri terlaksana berkat kerjasama Dikbud Kabupaten Lombok Barat dan Seniman sekolah Kabupaten Lombok Barat dan merupakan rangkaian dari persiapan menghadapi FLS2N Tahun 2018 mendatang.

Pada Hari Guru Tahun ini, menurut Hendra, juga memberikan penghargaan kepada siswa/siswa berprestasi yang ada di Kabupaten Lombok Barat.

Fauzan Khalid menyampaikan, bahwa dirinya sangat antusias untuk bertatap muka langsung dengan para guru dan seniman-seniman sekolah. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada para guru dan seniman-seniman sekolah yang telah melakukan banyak hal luar biasa bagi siswa.
Ia berharap para guru dan seniman sekolah terus membina siswa/siswi berprestasi ini. ”Agar mampu membuahkan hasil yang maksimal ketika nanti akan mengikuti FLS2N Tahun 2018,” katanya.

Fauzan tidak memungkiri bahwa dirinya sangat menyukai seni terutama puisi. Walaupun dirinya tidak terlalu pintar bagaimana cara membaca puisi yang benar. Dalam dunia politik segala sesuatu diperjuangkan dengan berdarah-darah. ”Untuk mengimbangi hal itu membaca karya seni adalah salah satu cara untuk meredam semua itu,” ujar Fauzan mengutip pernyataan Jhon F. Kennedy salah satu Presiden Amerika Serikat.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here