MATARAM – Ahad 2 Desember 2017 mendatang, Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) menyelenggarakan Lombok Hijab Run Series I – 2017 yang ditargetkan diikuti oleh 3.000 peserta. Bukan berdasar target waktu pemenangannya, bertema Run de Ethnic akan meramaikan Kota Toea Ampenan dengan atraksi budaya berbagai etnis antara lain Sasak, Melayu, Banjar, Arab dan Cina.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB Hartatik memulai dibukanya pendaftaran Lombok Hijab Run tersebut di Mataram, Selasa 28 November 2017. ”Bukan kompetisi. Ini adalah kegiatan budaya yang memperkenalkan kota tua Ampenan dan wisata halal,” katanya. Waktu tempuhnya sekitar tiga jam, peserta dibekali kantong sampah.

Kegiatan yang akan dimulai dari Taman Jangkar yang terletak di ujung timur kota kecamatan Ampenan – dulu dikenal sebagai kota pelabuhan di Lombok – akan melewati pertokoan dan pemukiman etnis Cina yang siap meramaikan dengan suguhan Barongsai, Kampung Melayu menampilkan atraksi Hadrah, Kampung Arab dengan sajian orkes dan Kampung Banjar memainkan perkusi. Untuk lokal Sasak ditampilkan parade Gendang Beliq.

Tanpa memungut biaya, para peserta dibagikan pasmina (kerudung) tanpa memandang status peserta. Lombok Hijan Run yang ditangani oleh EO Jawara Indonesia Communication (JIC) memang terbuka untuk peserta non muslim. ”Ini adalah salah satu cara berkomunikasi damai,” ujar Project Officer JIC Andri Prasetio.

Pemenangnya, yang berdasar nomor undi mengacu nomor dada peserta. ”Hadiahnya berupa doorprize yang diantaranya motor,” ucap Andri.

Meskipun bukan olahraga prestasi, Ketua KONI NTB Andi Hadianto menyatakan kegiatan ini tergolong olahraga rekreasi. ”Kami akan mendukung dana untuk hadiahnya,” katanya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here