MATARAM – Gelaran budaya Perang Topat “Raraq Kembang Waru” akan kembali berlangsung di Pura Lingsar di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar, Kabupaten lombok Barat awal Desember mendatang. Sebagai awal rangkaian Perang Topat, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Begawe Roah Gubuq dengan menyuguhkan dulang untuk dimakan (begibung).

Begawe Roah Gubuq diselenggarakan dengan mengedepankan spirit “besemeton”. “Spirit ini akan kita gaungkan hingga tingkat nasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaedi dalam laporannya. Dalam acara tersebut juga dilakukan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dalam kesempatan itu berharap agar acara semacam ini perlu dilestarikan. “Selain menarik minta wisatawan, acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lombok Barat. Terlebih masalah kebhinekaan menjadi masalah nasional saat ini,” katanya.

Ditambakannya, beberapa waktu lalu di Islamic Center Mataram, alumni Mesir merekomendasikan NTB menjadi sampel untuk penerapan Islam moderat, sehingga filosofi Perang Topat menjadi cerminan toleransi di mana dalam tiap rangkaiannya mencerminkan hal-hal antar suku agama yang berbeda.

Lombok Barat siap menjadi contoh masalah kebhinekaan. Hal ini adalah contoh yang diwariskan oleh leluhur kita yang wajib kita pertahankan. Terkait pariwisata, Perang Topat ini adalah andalan untuk mengangkat harkat hidup masyarakat Lombok Barat dalam segi pariwisata.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus mengembangkan destinasi wisata baru di Lombok Barat seperti Gunung Sasak. Acara juga dimeriahkan dengan atraksi budaya peresean dan kesenian lainnya.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here