MATARAM – Di Gili Trawangan Lombok, sebagai destinasi primadona Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mengalami dampak menurunnya angka kunjungan wisatawan. Sekitar 15 persen dari kunjungan 1.500 orang wisatawan setiap harinya yang batal datang ke Gili Trawangan.

Pembatalan terjadi sesuai adanya pemesanan berkegiatan sebuah bank pemerintah yang berlangsung hingga 1 Desember 2017. Di Gili Trawangan saja ada 1.300 kamar hotel dan penginapan kelas melati.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan Acok Zani Bassok yang mengelola penginapan dan kafe Sama-Sama Bar menyatakan tidak dapat menghindari kejadian alam ini. ”Ya apa boleh buat. Di bulan ini sepi,” katanya menjawab konfirmasi, Senin 27 November 2017.

Sejumlah 3.000 jiwa penduduk Gili Indah yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air menggantungkan hidupnya dari wisata. Kapal wisata cepat (fast boat) dari Bali mencapai 26 trip setiap harinya membawa 1.500 orang wisatawan yang datang dari berbagai pelabuhan di Bali. Baik yang berasal dari Benoa, Sanur, Padangbai, maupun dari Amet Karang Asem – kebanyakan orang Eropah penggemar diving yang memerlukan waktu menyeberang sekitar 45 menit ke Gili Trawangan.

General Manager Vila Ombak Made Mada mengatakan sudah mengalami pembatalan kedatang tamunya baik yang beracara meeting maupun yang menginap. ”Karena Garuda tidak terbang ke Lombok, maka terjadinya pembatalan,” ujar Made Mada. Vila Ombak dan Ombak Sunset memiliki jumlah kamar 300 unit.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here