MATARAM – Sampai pagi ini, penerbangan dari Lombok belum terganggu debu letusan gunung Agung di Karang Asem Bali. General Manager PT Angkasa Pura I Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita mengatakan sampai saat ini LIA masih beroperasi normal dan belum ada pengalihan penerbangan dari Bali.

”Penerbangan yang batal adalah dari dan ke Bali untuk rute Australia oleh maskapai penerbangan Jetstar dan Virgin. Tim LIA sejak awal sudah melakukan langkah antisipasi sesuai dengan SOP penanggulangan Bencana Erupsi Gunung,” katanya.

Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPBD NTB) telah menginstruksikan agar BPBD Lombok Barat, BPBD Kota Mataram dan BPBD Lombok Utara segera melaporkan dampak hujan abu di wilayahnya. Masker agar segera didistribusikan kepada masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis gunung Agung terus mengalami erupsi hingga saat ini. Sejak erupsi freatik pertama pada 25 November 2017 pukul 17:30 WITA dengan ketinggian 1.500 meter dari puncak kawah, kemudian disusul erupsi secara beruntun. Hingga pukul 23.00 WITA erupsi masih berlangsung.

Selanjutnya, pagi ini 26 November 2017 pukul 05.05 WITA terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu kelabu gelap bertekanan sedang mencapai 2.000 meter, kemudian pukul 05.45 WITA ketinggian mencapai 3.000 meter. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMB) terus menerus melaporkan perkembangan erupsi kepada Posko BNPB dan kepada masyarakat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa pagi tadi pukul 06:20 WITA tinggi erupsi mencapai 3.000 meter hingga 4.000 meter dari puncak mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam. Analisis sebaran abu vulkanik dari satelit Himawari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu mengarah ke timur hingga tenggara menuju ke daerah Lombok. ”Sifat dan arah sebaran abu vulkanik tergantung dari arah angin,” ujarnya.

PVMBG telah mengeluarkan peringatan penerbangan (VONA, Volcano Observatory Notice for Aviation) dinaikkan dari Orange menjadi Red.

Status Gunung Agung masih Siaga (level 3) dengan rekomendasi di dalam radius 6-7,5 km dari puncak kawah harus tidak ada aktivitas masyarakat. Masyatakat yang masih ada di dalam radius berbahaya segera mengungsi dengan tertib.

Meskipun terjadi erupsi beruntun tetapi tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Jumlah gempa vulkanik dangkal sebanyak 5 kali, gempa vulkanik dalam sebanyak 4 kali, dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Tidak ada lonjakan kegempaan.

Hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa tempat seperti di Desa Duda Utara, Desa Duda Timur, Desa Pempetan, Desa Besakih, Desa Sideman, Desa Tirta Abang, Desa Sebudi, Desa Amerta Bhuana di Klungkung. Juga terjadi di beberapa desa di Gianyar.

Masyarakat evakuasi mandiri dengan tertib dan tenang. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. BPBD bersama SKPD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan membagikan masker kepada masyarakat.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here