MATARAM – Dinilai bagus dan kunjungan wisatawannya cukup tinggi sehingga hunian kamar hotel mencapai rata-rata 80 persen, Kementerian Pariwisata menempatkan prioritas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bersama Danau Toba, Borobudur dan Labuhan Bajo menjadi pilot project World Bank.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakannya sewaktu ditemui di sela kunjungannya di kantor Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat di Ampenan, Jum’at 17 November 2017 sore. ”Mandalika terpilih sebagai pilot project pengembangannya,” kata Arief Yahya.

Ia menilai Lombok bagus dan menggembirakan melihat semua hotel penuh. Hasil rapat terbatas yang diselenggarakan awal bulan ini di Bogor menempatkannya bersama empat KEK yang lain diantara 10 KEK yang ada di Indonesia.

Sebelumnya mendatangi Desa Wisata Stanggor dan Kuta Mandalika di Lombok Tengah, menyebutkan akan membiayai pembangunan home stay. Sudah tersedia lahan seluas 15 hektar milik pemerintah daerah. Standar yang ada setiap hektar bisa dibangun 70 unit. Pengalaman di Belitung lahan seluas 5.600 meter persegi bisa dibangun 40 unit. ”Anggarannya belum tahu. Tapi setiap unit homestay sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Warga yang akan mendapatkan homestay dilatih untuk bisa membedakan antara kepemilikan dan pengelolaan usahanya. ”Agar owner dan management tidak rancu,” katanya

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan UKM Center untuk para pedagang asongan. Di sana akan ditata adanya outlet cinderamata. Karenanya, untuk kesemuanya akan dilakukan pembinaan terhadap masyarakatnya. ”Masalah selama ini pedagang asongan memburu pembeli. Tapi ini juga terjadi di setiap daerah yang pariwisatanya mengalami kemajuan. ”Di Sanur Bali bagus komunitas masyarakatnya mengelola usahanya,” ucap Arief Yahya.

Mengenai angka kunjungan wisatawan mancanegara dari target 15 juta, sampai September 2017 sudah mencapai 10,5 juta. Selama empat bulan mendatang diperkirakan rata-rata kunjungannya 1,4 juta orang setiap bulan. ”Memang tidak bisa terlampaui 15 juta tetapi kurang sedikit wajar. Diatas 90 persen,” ucapnya.

Wisatawan Cina telah datang berlibur ke Indonesia sebanyak 2 juta orang, Eropah secara kumulatif 1,4 juta, Malaysia 1,4 juta, disusul oleh Singapura dan Australia.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here