MATARAM – Setelah lepas dari Indosat, lembaga layanan transaksi non tunai PayPro telah mampu meraih hingga 7,5 juta pelanggan. Setiap bulan terjadi 3 juta transaksi yang mampu dilayani melalui mitra 30 ribu merchant yang nilai transaksinya mencapai Rp 180 miliar. Untuk penyimpanan dananya dan transaksi pembayaran, dibebaskan dari biaya.

Manajer Puclic Relation Pay Pro Andy Muhammad Saladin menjelaskan perkembangan bisnisnya kepada wartawan di Roemah Langko Mataram, Selasa 14 November 2017 sore. ”Pay Pro adalah aplikasi dompet elektronik untuk transaksi non tunai,” katanya.

PayPro yang semula dikenal Dompetku sewaktu ditangan Indosat, secara resmi dikendalikan oleh PT Solusi Pasti Indonesia sejak 17 Mei 2017. Sebagian besar digunakan untuk transaksi pembelian pulsa seluler dan listrik. Untuk pelanggan premium yang disyaratkan identitas KTP bisa menyimpan dananya hingga Rp 10 juta. Sedangkan pelanggan biasa tanpa identitas KTP maksimal mendepositokan dananya Rp 1 juta.

Seterusnya, PalPro juga bekerja sama dengan kereta api untuk layanan ticket Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang tidak berbatas waktunya atau tidak kedaluarsa. ”Bahkan ada 800 pengemudi Bajaj se Jakarta yang siap melayani transaksi PayPro,” ujar Andy.

PAYPRO mengajak masyarakat Indonesia untuk menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2014. PayPro mengajak masyarakat untuk mulai beralih dari melakukan transaksi tunai menjadi non tunai serta turut menyukseskan Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2014.

Chief Marketing Officer PAYPRO Heidi Boka menyebutkan bahwa begitu banyak keuntungan yang didapat dengan melakukan transaksi non tunai dibandingkan dengan transaksi tunai, contohnya yaitu tidak perlunya menunggu kembalian dan juga tidak ada lagi kembalian dalam bentuk permen.

Tantangan terbesar adalah merubah tingkat kenyamanan masyarakat dari melakukan transaksi tunai menjadi non tunai. PayPro juga akan terus berinovasi dalam membuat program. ”Sehingga masyarakat tertarik untuk beralih melakukan transaksi non tunai.”, ucapnya. Selama ini sudah bekerja sama dengan beberapa outlet resto yang memberikan diskon 20-25 persen jika membayar menggunakan PayPro.

PayPro adalah produk dari PT. Solusi Pasti Indonesia (SPI) dan diluncurkan pada 17 Mei 2017. PayPro adalah perusahaan fintech penyedia layanan solusi pembayaran digital dan jasa keuangan dengan berbagai akses, baik melalui smartphone maupun feature phone.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here