MATARAM – Pengukuhan almarhum Tuan Guru Kiyai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan asal Lombok Nusa Tenggara Barat oleh Presiden Joko Widodo, disambut pengibaran bendera Merah Putih di Menara Asmaul Husna yang berada di ketinggian 99 meter. Bendera berukuran tujuh kali 14 meter tersebut di pasang dari lantai paling tinggi tersebut hinga di bawa pucuk menara 114 meter. Waktunya, menjelang Dzuhur, pukul 12 Waktu Indonesia Tengah setelah upacara pengukuhan berlangsung pukul 11 Waktu Indonesia Barat di Jakarta.

Pemasangan bendera di ketinggian lebih dari 99 meter itu, dilakukan oleh empat orang pegiat pecinta alam M Ali Imran, Salehudin, M Zuhri Setiawan dan Tutus Raharja dari Fakultas Ekonomi Universitas Mataram. Setelah salat Dzuhur, jamaah yang hadir berada di bawah Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter tersebut. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selain itu, di selasar selatan dan utara IC NTB, juga dipasang 24 poster berisi pesan – pesan yang pernah disampaikan melalui dakwah yang tercantum dalam buku Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru. Diantaranya : Kami Setia dan Mengabdi Sejak Belum Lahirnya Negeri Tercinta Ini. Juga ada Hidupkan Iman Hidupkan Taqwa Cinta Teguh Pada Agama Cinta Kokoh Pada Negara.

Rencananya, Kamis 9 November 2017 malam nanti, ribuan orang warga Nahdlatul Wathan (NW) akan melakukan Dzikir, Solawat dan Hiziban di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (IC NTB). Mereka yang hadir antara lain santri Mahad NW di Pancor Lombok Timur. ”Kami akan datang beramai-ramai. Syukur Alhamdulillah, pemberian gelar pahlawan ini kami syukuri,” kata Muhammad Zainuddin Tsani, 18 tahun, seorang mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi di Pancor Lombok Timur, di halaman IC NTB

Menurut M Nashib Ikroman selaku kordinator penyelenggaraan acara penetapan sebagai pahlawan tersebut, pengibaran bendera dipilih ditempatkan di Masjid Hubbul Wathan – yang artinya Cinta Tanah Air, sesuai dengan selama ini sebagai ideologi dalam berjuang untuk negara dan agama. ”Ada satu tarikan nafas. Penamaan masjid adalah satu manifestasi yang diperjuangkan almarhum,” ujarnya.

Zainuddin Abdul Madjid yang biasa disebut sebagai Maulana Syaikh oleh para jamaah NW, adalah pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Sebelum mendirikan madrasah. menamakan Pesantren Al Mujahidin (pejuang) yang kini masih diabadikan sebagai nama masjid di dalam kompleks NW di Pancor.

Almarhum kelahiran Kampung Bermi, Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 5 Agustus 1898. Meninggal 21 Oktober 1997 pada usia 99 tahun. Memiliki dua putri Siti Rauhun dan Siti Raihanun dari istri yang berbeda. Siti Rauhun melahirkan Zainul Majdi yang saat ini hampir dua periode menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur NTB.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here