SENGGIGI – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polisi Diraja Malaysia (JSJN PDRM) bertemu di kawasan Senggigi untuk membicarakan penanganan pencegahan adanya aliran narkotika. Pertemuan yang dihadiri oleh masing-masing Kepala Badan Reskrim Polri Komisaris Jenderal Aridono Sukmanto dan Pengarah JSJN PDRM Commisionaire of Police Datuk Seri Mohmad Bin Salleh untuk meningkatkan penanganan jaringan internasional.

Seperti dijelaskan Aridono Sukmanto, pertemua ke-11 tersebut sejak 2005, untuk melakukan pencegahan sejak dini. ”Pertemuan ini untuk meningkatkan kerja sama menemukan peredaran jenis-jenis baru,” katanya di Hotel Aruna Senggigi, Selasa 7 November 2017.

Menurutnya, jaringan kejahatan narkotika ini selalu menggunakan jaringan yang selalu berganti dan sistem terputus sehingga walaupun telah banyak dilakukan penangkapan hingga pelaku besar namun masih belum bisa menembus ke level atas.

Diakuinya, setelah jaringan Filipina telah ditemukan, kini narkoba yang berasal dari produsen Cina namun melalui jalur pantai yang panjang di Malaysia memasuki Indonesia melalui pantai timur Sumatra atau pelabuhan tikus. Kalau toh berasal dari Malaysia yang bisa ditangkap di Lombok Indonesia, bukan berarti pihak Malaysia meloloskannya. ”Narkoba itu menyebar ke seluruh dunia. Bukan ke Indonesia saja,” ujarnya.

Sampai September 2017 lalu, polisi di Indonesia, berhasil menggagalkan dua ton sabu-sabu yang satu ton diantaranya dipergoki di Banten. Sedangkan Polisi Diraja Malaysia menangkap 600 kilogram sabu dan tiga jutaan pil Happy 5 atau ekstasi.

Datuk Seri Mohmad Bin Salleh mengatakan bahwa narkotika tidak dibuat di negaranya. ”Tetapi hanya transit dari negara tetanggannya seperti Cina, Myanmar atau Laos,” ucapnya. Ia pun menginginkan peningkatan kerja sama anti narkoba ini tidak hanya di tingkat nasional saja tetapi juga meliputi di daerah seperti Medan – Penang, Batam – Johor, Entikong – Serawak.

Pertemuan tersebut diikuti oleh 28 orang pejabat asal Polri antara lain 14 orang dari Mabes Polri dan 14 orang Direktur Tindak Pidana Narkotika Polda se Indonesia dan delapan orang pejabat JSJN PDRM.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here