mATARAM – Saat ini, jumlah pelapak (orang berjualan) yang ada di Bukalapak telah mencapai 1,2 juta UMKM dengan jumlah transaksi per bulan mencapai Rp1 triliun. Diprediksi dalam 10 tahun ke depan pertumbuhan pasar e-commerce akan tumbuh sangat pesat di Indonesia.

Oleh sebab itu, Co Founder/CEO Bukalapak M Fajrin Rasyid mendorong para pelaku UMKM yang ada di Indonesia harus memanfaatkan peluang yang ada. ”Untuk meningkatkan daya saing produk lokal,” katanya, sewaktu berbicara di depan 250 pelaku usaha dan UMKM yang mengikuti pelatihan e-commerce yang berlangsung di Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Barat (BI NTB), Senin 6 November 2017.

Menurut Fajrin Rasyid, UMKM dapat menjual berbagai produk di bukalapak, termasuk menjadi re-seller produk dari UMKM lainnya. Tidak terdapat biaya atau syarat-syarat khusus untuk memasarkan produk di Bukalapak. ”UMKM cukup mengisi data-data tertentu yang dibutuhkan pada aplikasi yang telah disediakan,” ujarnya.

Meskipun tidak terdapat persyaratan khusus pada produk yang dijual, Bank Indonesia berharap melalui pelatihan ini UMKM di NTB dapat naik kelas, melalui pemenuhan standar kualitas produk seperti halnya sertifikat halal maupun izin PIRT untuk produk makanan.

BI NTB menghadirkan CEO Bukalapak tersebut guna mendorong perluasan pasar produk UMKM dan peningkatan transaksi non-tunai dalam berbelanja di Provinsi NTB.

Lebih dari 250 pelaku usaha dan UMKM yang berasal dari binaan BI NTB, perbankan, Dinas/ Instansi terkait, komunitas tangan di atas (TDA), maupun akademisi dari berbagai universitas dan sekolah tinggi baik dosen maupun mahasiswa hadir pada kegiatan dimaksud.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. NTB Prijono menyampaikan bahwa saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta pengguna atau lebih dari 51 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara pengguna aktif ponsel mencapai 92 juta orang dengan rata-rata setiap hari orang menggunakan ponsel selama 4 jam. Tingginya penggunaan ponsel serta akses internet tentunya merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. ”Dalam rangka peningkatan skala ekonomi khususnya para pelaku UMKM,” katanya.

Peluang tersebut juga didukung dengan kondisi saat ini dimana hampir semua pelaku UMKM memiliki smartphone berbasis android. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan untuk berjualan secara online melalui berbagai market place yang telah tersedia. Dengan penjualan secara online diharapkan produk umkm dari NTB dapat diakses oleh masyarakat tidak hanya sebatas Prov. NTB tapi juga di seluruh Indonesia. Selain itu penjualan online dapat mendorong penggunaan transaksi non-tunai dalam berbelanja, sehingga mendukung efisiensi dalam sistem pembayaran.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here