MATARAM – Sampai siang tadi, Selasa 31 Oktober 2017 telah terjadi dua kali gempa dari sumber yang berdekatan di tenggara Bima. Terakhir, pukul 13:03:45 waktu Indonesia Tengah (WITA) wilayah Bima dan Waingapu diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan M=5,1. Episenter terletak di laut pada kordinat 8,91 ?LS – 118,95 ?BT tepatnya pada 54 km Tenggara Bima-NTB, pada kedalaman 104 Km.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa wilayah Bima dan Waingapu mengalami guncangan dalam skala intensitas I SIG atau I-II MMI. ”Di daerah ini guncangan gempabumi dirasakan oleh beberapa orang,” katanya.

Ditinjau dari kedalamannya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktifitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Kepada warga di wilayah pesisir Bima dan Waingapu diihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sebelumnya, pukul 06:37:19 WITA wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan M=5,4. Episenter terletak di laut pada kordinat 8,90 ?LS – 118,93 ?BT tepatnya pada 52 km Tenggara Bima-NTB, pada kedalaman 130 Km.

Tempo di Mataram merasakan terjadi dua kali goyangan.”Gempa ya… gempa,” kata Hajah Sakmah yang keluar tergopoh-gopoh dari dalam tokonya di Lingkungan Arong-Arong Timur Kelurahan Dasan Agung Kecamatan Selaparang Mataram.

Dampak gempa bumi berdasarkan peta tingkat guncangan (shake map) menunjukkan bahwa wilayah Mataram, Waingapu, Bima, Labuhan Bajo, dan Tambolaka mengalami guncangan dalam skala intensitas II SIG atau III-IV MMI. Di daerah ini guncangan gempabumi dirasakan oleh beberapa orang.

Ditinjau dari kedalamannya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktifitas subduksi, hasil interaksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here