MAKASSAR – Lembaga kajian non politis The Yudhoyono Institute (TYI) yang dipimpin anak eks Presiden Susilo Bambang Yudhyoyono, Agus Harimurti Yudhoyono selaku Direktur Eksekutif menggelar Dialog Rakyat di Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat 27 Oktober 2017 pagi.

Temanya “Dialog Rakyat Generasi Muda: Menatap Masa Depan Bangsa, Indonesia Seperti Apa Yang Kita Harapkan”, acara ini merupakan rangkaian memperingati Sumpah Pemuda. Dialog ini mengundang 15 pemuda yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan di Makassar untuk menyampaikan harapan besar mereka untuk Indonesia di masa depan, dan Indonesia seperti apa yang ingin dibangun dari perspektif generasi muda.

Dialog terbagi dalam tiga sesi dan diawali dengan pengantar diskusi yang disampaikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menjelaskan bahwa dalam dialog ini ia ingin secara langsung menyerap aspirasi dari anak-anak muda Makassar tentang apapun yang kira-kira menjadi isu, permasalahan atau topik yang menjadi perhatian masyarakat. ”Generasi muda harus jadi generasi pembaharu, generasi pendobrak terhadap sesuatu yang belum baik. Harus memiliki keberanian, ” katanya.

Selama ini, menurutnya, karakter anak-anak muda Makassar, Sulawesi Selatan ini adalah karakter pemberani semuanya. Berani keluar dari zona nyaman, berani untuk mengubah status quo, termasuk berani untuk menggagas perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Energi itu harus dipelihara, jangan sampai salah arah, jangan sampai kemudian menjadi kontra produktif dari semangat awalnya.

Dikatakannya bahwa anak-anak muda adalah anak-anak atau generasi yang idealis, tetapi juga harus tetap realistis terhadap situasi yang dihadapi di depan mata. AHY juga menyampaikan harapannya untuk Dialog Rakyat hari ini. “Bahwa apa yang ditampung hari ini akan bisa terus dielaborasi. ”Menjadi produk-produk rekomendasi kepada siapapun yang berhak ataupun patut menerimanya,” ujar AHY.

Pada sesi pertama dialog, masing-masing peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya sesuai tema. Di sesi kedua, para peserta dipersilakan untuk memberikan tanggapan mereka dan saling berdiskusi. Sementara di sesi terakhir, AHY memberikan kesimpulannya mengenai inti dari dialog siang itu.

Dalam sesi jumpa pers, AHY menjelaskan kepada awak media bahwa ia banyak mendengar aspirasi dan hal-hal yang menjadi kegelisahan atau kegalauan anak muda hari ini dalam rangka melihat masa depan bangsanya. “Tadi saya mendengarkan banyak sekali masukan-masukan yang sangat baik, sangat konstruktif, ” ucapnya.

Diantaranya adalah bahwa pemuda benar-benar harus menjadi penggerak, pelopor perubahan dan kemajuan. Harus bersatu padu walaupun banyak sekali tantangan yang ada di depan. Justru dengan persatuan di atas segala keberagaman yang dimiliki, akan menjadi kuat dan mampu mengubah segala tantangan menjadi peluang.

Dengan bersatunya anak-anak muda di seluruh nusantara, diharapkan Indonesia benar-benar bisa menjadi negara yang maju, negara yang didambakan, negara yang menyejahterakan seluruh rakyatnya.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here