GIRI MENANG – Karena sudah diperingatkan dan dikirimi Surat Paksa, aset Hotel BS senilai Rp 123.135.415,- disita pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Tim Juru Sita langsung dipimpin oleh Kepala Bapenda Lale Prayatni bersama jajarannya, Jum’at 20 Oktober 2017 lalu.

Total nilai piutang yang disita sebesar seratus dua puluh tiga juta lebih. Penyitaan ini dilakukan karena pihak manajemen hotel tidak kunjung membayar walaupun berkali-kali diberi kesempatan. Lale memperlihatkan surat-surat pernyataan yang tak kunjung ditepati. Aset Hotel BS yang disita ini meliputi bed set, meubelair, tv, dan lain sebagainya.

Pihak manajemen diberikan kesempatan selama 14 hari untuk segera melunasi hutangnya itu. Bila dalam rentang waktu itu pihak hotel tidak membayar, maka barang sitaan itu kami akan daftarkan ke KPKNL untuk dilelang.

Tim Bapenda yang berjumlah sebanyak 8 orang itu didukung penuh oleh pihak Camat Batulayar dan Sat Pol PP. Mereka ditemui Manajer Pemasaran Nining dan Manajer Keuangan Melkior Sudianto yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan tindakan penyitaan itu.

Mereka membiarkan beberapa barang milik hotel diberikan stiker label Sita oleh tim Juru Sita.
Mereka berjanji melunasi hutang tersebut setelah terlebih dahulu mengkomunikasikannya dengan pemilik hotel.

Mengenai nilai yang kecil, Lale Prayatni mengaku piutang kepada Hotel BS itu belum termasuk pajak PBB dan Pajak Air Tanah. Penyitaan terhadap wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak daerah, termasuk pelanggararan terhadap Peraturan perundang undangan. Ini merupakan salah satu sikap tegas dari Bupati Lombok Barat. ”Akan terus dilakukan penindakan terhadap wajib pajak yang lain apabila menunggak pajak,” kata Lale Prayatni.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here