MATARAM – Terhitung 17 Oktober 2017 lalu, Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat (OJK NTB) menyebar luaskan tindak penghentian kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 14 entitas.

Satuan Tugas Waspada Investasi menghentikan kegiatan usaha tersebut dengan pertimbangan tidak adanya izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat. ”Karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam siaran persnya melalui OJK NTB.

Adapun 14 entitas yang dihentikan kegiatan usahanya tersebut yaitu PT Dunia Coin Digital ,
PT Indo Snapdeal, Questra World/ Questra World Indonesia , PT Investindo Amazon, Dinar Dirham Indonesia/ www.dinardirham.com, Wujudkan Impian Bersama (WIB)/ PT Global Mitra Group, Ahmad ZulkhairiAssociates LLP (AZA)/ www.azafund.com, PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional, PT AzraFakhriServistama/Azrarent.com, Tractoventure/ TractoVentureNetwork Indonesia, PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/SPSCoin.co, Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus, PT Mandiri Financial/ investasisahammandiri.blogspot.co.id, dan Seven Star International Investment.

Ke14 entitas tersebut sudah dipanggil oleh Satgas Waspada Investasi. Dari pemanggilan tersebut, sebagian besar tidak hadir memenuhi panggilan rapat.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here