GIRI MENANG – Pelaku usaha wisata di Senggigi Lombok Barat mengeluhkan genangan air yang dipenuhi sampah jika turun hujan. Ini disebabkan adanya pembangunan vila di perbukitan yang tidak terkontrol. Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menduga adanya adanya pelanggaran izin yang diberikan. Ia akan melakukan pengecekan dengan turun secara langsung.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk segera membuat sodetan sebagai solusi jangka pendek penanganan banjir. “Untuk jangka panjang, segera lakukan perencanaan. Berapapun biayanya kita kerjakan,” katanya.

Untuk melakukan perencanaan, diminta dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Balai Sungan dan Balai Jalan untuk sama-sama saling bantu.

Pembangunan vlla-vila yang tidak terkontrol diduga menyebabkan banjir. Misalnya di depan Jayakarta. Sewaktu dilakukan pemeriksaan, sampah yang ada bukan dari area hotel. Tapi dari hilir atau tempat-tempat umum yang kurang terkontrol.

Kawasan Senggigi yang merupakan kawasan lintas kewenangan juga menjadi penghambat penanganan banjir. Persoalan gorong-gorong misalnya, kewenangan ada di Balai Sungai. Sampah yang ada bukan dari lokasi setempat tapi dari atas jalan, perkampungan dan lainnya. Ini harus dinormalisasi. ”Termasuk saluran pinggir jalan harus ada. Itu Balai Jalan punya kewenangan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat Made Artadana.

Kepala BPBD Lobar Najib pun mengeluhkan koordinasi lintas kewenangan. Persoalannya untuk membersihkan gorong-gorong, yang dipermasalahkan Balai Jalan adalah masalah masyarakat karena gorong-gorong dinilai masih aman. ”Padahal menurut kami kondisinya sudah parah,” ucap Najib.(*/sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here