MATARAM – Lombok sudah berhasil menjaring kunjungan seribu wisatawan asal Korea Selatan (Korsel) melalui lima kali penerbangan carter Korean Air sejak 29 Juli 2017 hingga penerbangan terakhir siang tadi 9 Oktober 2017. Mereka yang tergolong wisatawan menengah ke atas membayar paket wisata empat malam lima hari ini per orangnya antara US $ 1.500 – 2.500.

Menurut Manager Anjani Tour and Travel asal Korsel Kim Hyunki panorama alam Lombok yang banyak mempertontonkan keindahan pantai, bukit, dan gunung menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asal Korsel. “Mereka (turis Korsel) senang sekali dengan keindahan gelpantai, gunung, hingga air terjun di Lombok,” kata Kim Hyunki di Lombok Internasional Airport (LIA), Senin 9 Oktober 2017.

Anjani Tour melayani sekitar seribu wisatawan Korsel yang berkunjung ke Lombok pada periode 29 Juli 2017 hingga 9 Oktober 2017 melalui lima penerbangan carter menggunakan Korean Air. Masing-masing penerbangan membawa rata-rata 200 orang. Trip pertama dari Incheon membawa sebanyak 194 orang terbang menggunakan pesawat pertama Korean Air Airbus 330 – 200.

Kim menjelaskan, wisatawan yang ikut dalam paket ini kebanyakan berasal dari kalangan menengah ke atas. Selama lima hari di Lombok, wisatawan Korsel diajak berkunjung ke sejumlah seperti Tiu Kelep, Benang Stokel, Benang Kelambu, Sendang Gile, dan kawasan pantai seperti Pantai Kuta hingga Pantai Kuta Mandalika. “Mereka terkesan dengan keramahan dan senyum orang Lombok, dan berjanji akan kembali lagi tahun depan,” ujar Kim menambahkan.

Kim Hyunki mengatakan, wisatawan Korsel senang bisa berlibur ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain keindahan alam berupa pantai, gugusan bukit, dan gunung yang ada di Lombok, para wisatawan Korsel juga kagum akan harmoni kehidupan di Bumi Seribu Masjid ini.

Kim menjelaskan, meski mayoritas penduduk Lombok beragama Islam, namun di beberapa wilayah seperti kawasan Cakranegara dan sejumlah tempat di Lombok terdapat permukiman kampung Bali lengkap dengan tempat ibadah dan ritual ibadahnya. “Kesan mereka budaya di sini, umat Islam dan Hindu bisa hidup harmonis berdampingan,” ujar Kim.

Dikatakannya, wisatawan Korea Selatan berpendapat umat Islam dan Hindu di Lombok memiliki kebiasaan ibadah yang unik. Arsitektur Islam dan Hindu yang mudah dijumpai juga menjadi daya tarik bagi wisatawan Korsel. “Kemungkinan mendatang, bisa lebih sering menampilkan budaya-budaya khas di Lombok karena wisatawan Korsel senang terhadap hal-hal seperti itu,” ucapnya.

Wisatawan Korsel juga meminati Lombok sebagai destinasi bulan madu. Terkait kuliner, banyak dari wisatawan Korsel yang tidak bermasalah dengan sajian kuliner yang ada di Lombok.
“Tidak ada masalah, karena orang Korsel juga suka makanan pedas sama seperti orang Lombok,” kata Kim.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Moh Faozal mengatakan, animo wisawatan asal Korea Selatan (Korsel) ke Lombok cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dari kapasitas pesawat berjumlah 240 penumpang, tingkat keterisiannya selalu sekitar 200 penumpang setiap perjalanan.

Dalam lima kali penerbangan carter, lanjut Faozal, tercatat 1.000 wisatawan atau 200 penumpang setiap penerbangan bertandang ke Lombok. Faozal mengatakan, penerbangan carter merupakan wadah yang tepat bagi maskapai untuk melihat pangsa pasar. “Hasilnya memuaskan, antusias wisatawan Korsel rupanya cukup tinggi,” ujarnya.

Faozal menilai, Korsel bisa menjadi pasar yang tepat bagi sektor pariwisata Lombok, selain wisatawan Malaysia. Pasalnya, kebanyakan dari wisatawan senang akan destinasi wisata berbasis alam yang notabene menjadi keunggulan Lombok. Faozal berharap, animo wisatawan Korsel ini bisa dikonversikan maskapai dengan membuka penerbangan langsung rute Korsel-Lombok.

Faozal juga mengapresiasi manajemen Lombok Internasional Airport yang terus berbenah, baik dari segi infrastruktur bandara maupun kualitas pelayanan, termasuk rencana pembangunan terminal khusus penerbangan internasional. “Penambahan dan perbaikan fasilitas bandara akan berdampak positif bagi pariwisata kita, karena LIA itu merupakan etalase NTB di mata warga dunia.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here