MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat (OJK NTB) telah melakukan kordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) NTB untuk menangani investasi ilegal. OJK NTB sudah memetakan aksi Talk Fusion (TF) di pulau Lombok dan pulau Sumbawa.

”Kami sudah melakukan kordinasi secara intensif dengan Polda NTB,” kata jubir OJK NTB Muhammad Abdul Mannan, Jum’at 6 Oktober 2017 siang. Sebelumnya, OJK NTB juga telah melakukan kordinasi dengan Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK.

Muhammad Abdul Mannan mengemukakannya setelah dikeluarkannya himbauan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau SWI yang memerintahkan Pengurus TF segera menghentikan kegiatan penjualan produk di Indonesia karena tidak memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Satgas Waspada Investasi juga menghimbau seluruh associate Talk Fusion agar tidak melakukan perekrutan anggota baru sampai dengan izin usaha diperoleh,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

Menurutnya, SWI telah menerima pengaduan dari masyarakat bahwa TFmasih melakukan kegiatan usaha meskipun telah dihentikan oleh SWI sejak Februari 2017. Kegiatan TF ini dilakukan tanpa izin sehingga diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan berpotensi merugikan masyarakat.

TF adalah perusahaan yang bergerak menjual aplikasi informasi dan Teknologi yang berkantor pusat di Florida Amerika sejak tahun 2007, perusahaan ini menjual aplikasi dengan cara multi level marketing (MLM), dan masuk ke Indonesia pertama kali pada tahun 2012.

Skema bisnis yang mereka jalankan adalah merekrut orang dengan skema piramida atau ponzi dengan iming-iming keuntungan US $ 150 setiap orang yang berhasil direkrut.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here