MAKASSAR – Bank Commonwealth (BC) dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menyatakan pentingnya kolaborasi penyediaan akses permodalan untuk perempuan pengusaha. Sekitar 40 persen perempuan cenderung meminjam uang ke lembaga selain bank karena bank dikenal memiliki persyaratan rumit. Melalui BizLoan, Bank Commonwealth memberikan akses kredit yang mudah, praktis, dan sederhana untuk membantu perempuan pengusaha mengembangkan bisnis.

Dalam Rakernas IWAPI di Makassar yang berlangsung mulai Jum’at 6 Oktober 2017, PT. BC mengajak IWAPI untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi serta kemudahan akses jasa keuangan yang menyasar 40 ribu perempuan pengusaha Indonesia yang merupakan anggota IWAPI. Kolaborasi ini penting dilakukan mengingat Small Medium Enterprise (SME) milik perempuan dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. ”Studi menyebutkan bahwa hampir setengah dari keseluruhan SME di Indonesia dimiliki oleh perempuan,” kata Director of SME Banking BC Ida A Simatupang seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima, Jum’at 6 Oktober 2017 petang.

Menurutnya, kolaborasi BC dan IWAPI fokus pada program-program pemberdayaan strategi untuk perempuan pengusaha sehingga dapat berkontribusi lebih optimal terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Tahun 2017 ini, perluasan akses pendanaan bagi perempuan pengusaha menjadi salah satu fokus kolaborasi BC dan IWAPI. Langkah ini sesuai dengan visi BC yaitu “to excel at securing and enhancing the financial wellbeing of people, businesses and communities”. Bank Commonwealth bukan hanya menyediakan jasa keuangan, tapi justru lebih mengambil peran sebagai mitra bisnis yang terpercaya untuk perempuan pengusaha dalam mengembangkan bisnisnya,” lanjut Ida.

Meski SME di Indonesia kebanyakan dimiliki oleh perempuan, sayangnya studi dari International Financial Institution (IFC) pada 2016 menemukan bahwa 40 persen perempuan lebih cenderung meminjam uang ke lembaga selain bank karena bank dianggap memiliki persyaratan yang rumit. Di sisi lain, studi yang sama menemukan bahwa perempuan sebenarnya memiliki risiko kredit yang lebih rendah dibandingkan pria.

BC melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi keuangan sekaligus akses ke produk dan layanan perbankan sebagai bekal bagi perempuan pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya melalui Bizloan, program berbasis aplikasi milik Bank Commonwealth yang membantu pengusaha SME dalam mengajukan pinjaman bisnis tanpa agunan dan prosesnya dilakukan secara online melalui smartphone.

Penyediaan akses secara digital ini sesuai dengan misi Bank Commonwealth, “to be the market leader in providing Digital Financial Solutions for our Retail & SME target customers”. BC memiliki aspirasi untuk memberikan layanan keuangan digital yang mudah, bebas hambatan, dan gampang diakses, termasuk untuk pinjaman.

Anggota IWAPI saja tersebar di 260 cabang dan 34 provinsi di Indonesia. Dengan BizLoan, mereka bisa mendapatkan kemudahan pinjaman tanpa agunan yang dapat dilakukan dari manapun untuk membantu mereka mengembangkan bisnis mereka. Kami harapkan, BizLoan dapat mendobrak anggapan bahwa pinjaman bank rumit,” lanjutnya.

Ketua Umum IWAPI Dyah Anita Prihapsari menyatakan rasa puasnya atas kolaborasi dengan BC yang telah berjalan secara berkelanjutan. Sebagai wadah persatuan para perempuan pengusaha Indonesia, IWAPI hadir untuk menyebarkan semangat kewirausahaan. Salah satu langkahnya adalah dengan menyediakan akses ke teknologi baru, pemasaran, dan bantuan keuangan untuk mengembangkan bisnis mereka. Ia berharap, kerja sama dengan BC tidak hanya membuat anggota IWAPI lebih teredukasi mengenai literasi dan akses keuangan untuk bisnis. ”Tetapi juga meningkatkan minat perempuan Indonesia untuk berwirausaha,” ujarnya.

Selain berkolaborasi dengan IWAPI, BC melalui program Women Investment Series (WISE), juga berkolaborasi dengan Mastercard dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan perempuan Indonesia melalui tiga pilar yakni, memperkuat jaringan formal antar perempuan pengusaha, inovasi teknologi, dan penelitian literasi dan inklusi keuangan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here