MATARAM – Produksi jagung di Kabupaten Dompu sudah lebih besar dari dana APBDnya. Kalau sebelum tahun 2010 tidak lebih dari 15 persen, kendati APBD terus bertambah, namun nilai kontribusi hasil produksi Jagung di tahun 2017 sudah melampaui nilai APBD Kabupaten Dompu sekitar 134 persen.

Setahun terakhir ini, 2017, Dompu telah menghasilkan 604.709 ton yang nilai nominalnya mencapai 2,116 triliun. Sedangkan APBD Dompu sebesar Rp 1,057 triliun. Bupati Dompu Bambang M Yasin mengemukakannya, Rabu 4 Oktober 2017 siang. “Hasil tanam jagung sudah melampaui APBD,” kata,” kata Bambang M Yasin.

MATARAM – Sesuai data, 2010 sebagai awal merintis pengembangan tanaman jagung, terdapat luas tanam 6.412 hektar (ha) yang menghasilkan 48,21 kwintal per ha atau keseluruhannya 30.912 ton yang nilai nominalnya Rp 21,6 miliar. Setahun kemudian 2011, meningkat dua kali lipat luas tanamnya menjadi 14.184 ha menghasilkan 56,24 kwintal per ha atau seluruhnya 79.783 ton senilai Rp 159,566 miliar. Kemudian 2016, ada 60.245 ha yang menghasilkan 74,02 kwintal per ha atau seluruhnya 445.813 ton yang nilai nominalnya Rp 1,426 triliun. Terakhir 2017 seluas 81.169 sudah menghasilkan 74,49 kwintal per ha atau seluruhnya 604.709 ton yang nilai nominalnya Rp 2,116 triliun.

Selain itu, kini Dompu juga mengembangkan sektor peternakan. Provinsi NTB yang sudah dikenal merupakan daerah sumber bibit sapi Bali yang banyak dibutuhkan oleh provinsi lain. Setiap tahun Provinsi NTB mengeluarkan ternak hingga sekitar 15 ribu ekor untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Untuk itu Provinsi NTB diharapkan menjadi gudang bibit sapi, dengan jargon yang dimiliki “Bumi Sejuta Sapi” dan telah siap untuk mensukseskan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Pemerintah Kabupaten Dompu berupaya menarik lebih banyak generasi muda untuk terlibat dan memajukan sektor agribisnis peternakan. Bambang menjelaskan Pemkab Dompu sangat berkomitmen mengembangkan sektor agribisnis, ditunjukkan dengan hadirnya sejumlah investor di sektor peternakan sapi, jagung, dan perkebunan tebu untuk memproduksi gula.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dompu dinilai telah berhasil meningkatkan populasi ternak sapi di daerah tersebut melalui program Upsus Siwab. Dompu tercatat telah memenuhi target Inseminasi Buatan (IB) pada 10.050 ekor sapi. Berdasarkan data yang dihimpun Pemkab Dompu menunjukkan, hingga 23 September 2017 tingkat kebuntingan sapi di Dompu mencapai 115,01 persen (5.938 ekor) dari target yang ditetapkan pemerintah pusat untuk kabupaten tersebut yaitu 5.161 ekor.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) disebutkan, kontribusi Kabupaten Dompu terhadap target IB dan kebuntingan Upsus Siwab Provinsi NTB yaitu sebesar 5 persen dengan target IB sebanyak 7.070 ekor dan target kebuntingan sebanyak 5.161 ekor. Raihan IB per 23 September 2017 adalah mencapai 10.050 ekor atau 142,1 persen dan raihan kebuntingan sebanyak 5.938 ekor atau 115,01 persen.

Terkait dengan capaian kinerja Kabupaten Dompu tersebut, Kamis 28 September 2017 lalu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menyampaikan penghargaan dan apresiasi. “Pemerintah pusat terkesan dan memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu dalam mengembangkan sub sektor peternakan, yang mana daerah ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” katanya sewaktu Panen Pedet di KTT Mada Lembaga Desa Simpasai Kabupaten Dompu.

Selama ini Dompu dikenal sebagai salah satu kabupaten penghasil ternak sapi di provinsi NTB khususnya pulau Sumbawa. Dengan adanya dukungan lahan dan sumber daya manusia, Kabupaten Dompu memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk pengembangan sub sektor peternakan.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here