MATARAM – Jumlah pengungsi warga Karangasem Bali yang berada di Lombok sudah mencapai 100 kepala keluarga atau 354 jiwa. Mereka yang merasa terancam kemungkinan adanya letusan gunung Agung diantaranya 53 orang siswa sebagian besar anak jenjang Sekolah Dasar, kemudian siswa SMP dan SMA.

Jumlah tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat (BPBD NTB) Mohammad Rum, Selasa 3 Oktober 2017. ”Untuk anak sekolah sudah dibagikan 53 tas sekolah,” kata Mohammad Rum.

Informasi lain diperoleh dari Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Mataram Putu Arga Sujarwadi yang mendatangi pengunsi di wilayah Lombok Barat pada hari Senin 2 Oktober 2017 kemarin. Sebelumnya, informasi keberadaan pengungsi erupsi gunung Agung di wilayah Lombok Barat diterima Kantor SAR Mataram berdasarkan laporan dari BPBD Lombok Barat. Sebagian besar para pengungsi yang berasal dari berbagai wilayah di kabupaten Karangasem ini tinggal di rumah keluarga mereka.

Tim rescue Kantor SAR Mataram terus melakukan koordinasi dengan mendatangi pihak terkait seperti BPBD Lombok Barat, Kantor desa Kuripan Sedayu, Dusun Montong, Desa Jagaraga Induk, Desa Jagaraga Indah, Dusun Tumpeng, kantor Camat Narmada dan kantor Camat Batu Layar untuk mencari informasi mengenai keberadaan dan jumlah pengungsi. Setelah mendapatkan informasi, tim rescue mendatangi langsung di beberapa lokasi dimana pengungsi berada untuk melakukan pemantauan. ”Tujuannya mendata dan memberikan bantuan medis bagi yang membutuhkan,” ujarnya.

Data pengungsi yang berhasil dihimpun di lapangan antara lain 39 orang di dusun Melase, 27 orang di dusun Batu Layar selatan, 28 orang di dusun Pelempat Meninting, 6 orang di desa Jagaraga Induk, 7 orang di desa Jagaraga Indah dan 6 orang di desa Buwun Sejati.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali menetapkan 27 desa dari 78 desa yang terdapat di kabupaten Karangasem, berada dalam radius berbahaya letusan gunung Agung yang berpotensi terkena awan panas dan lahar. Dampak dari penetapan status 27 desa dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB), Basarnas Kantor SAR Denpasar, TNI, Polri dan instansi/potensi SAR terkait mengevakuasi warga di 27 desa tersebut di sejumlah titik pengungsian yang berada di wilayah provinsi Bali seperti di kabupaten Klungkung, Gianyar, Buleleng dan lain sebagainya. Tidak sedikit juga warga lebih memilih mengungsi di rumah keluarganya yang berada di luar KRB, bahkan sampai mengungsi ke rumah keluarga mereka yang berada di wilayah Lombok Barat NTB. (*/sk).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here