MATARAM – Inflasi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) bulan September 2017 di bawah angka inflasi nasional. Jika angka inflasi nasional tercata sebesar 0,13 persen maka inflasi yang dialami NTB sebesar 0,04 persen. Atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,18 pada bulan Agustus 2017 menjadi 128,23 pada bulan September 2017.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik NTB Endang Tri Wahyuningsih yang merisilis angka inflasi tersebut, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan September 2017 ini antara lain Akademi/Perguruan Tinggi, Beras, Jeruk, Bandeng/Bolu, Emas Perhiasan, Tahu Mentah, Rokok Kretek, Sekolah Menengah Atas, Bayam dan Ayam Goreng. Sedangkan komoditas–komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain Daging Ayam Ras, Angkutan Udara, Bawang Merah, Cabai Rawit, Bawang Putih, Tomat Sayur, Selar/Tude, Melon, Jagung Manis dan Pepaya.

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan. Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi NTB tahun kalender (Desember 2016–September 2017) mencapai 2,38 persen. ”Dan laju inflasi tahun ke tahun antara September 2016 – September 2017 mencapai 3,47 persen,” katanya, Senin 2 Oktober 2017.

Untuk wilayah NTB, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,57 persen. Inflasi NTB bulan September 2017 sebesar 0,04 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 4,1 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,68 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,21 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,1 persen dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,00 persen.

Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,83 persen dan Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,76 persen. Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender September 2017 sebesar 2,38 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender September 2016 sebesar 1,52 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” September 2017 sebesar 3,47 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan September 2016 sebesar 2,93 persen.(sk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here